Garudapost.id-Saumlaki/ Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saumlaki menggandeng Komunitas Api Menyala dalam pelaksanaan pembinaan kerohanian bagi warga binaan kristen, Selasa (28/07). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian untuk memperkuat nilai keimanan sekaligus membentuk karakter warga binaan yang lebih baik.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan diikuti antusias oleh warga binaan. Melalui kegiatan ini, warga binaan mendapatkan penguatan spiritual, pesan keagamaan, serta motivasi untuk terus memperbaiki diri selama menjalani proses pembinaan.
Kepala Lapas Saumlaki, Agung Wibowo, mengapresiasi keterlibatan Komunitas Api Menyala dalam mendukung program pembinaan di Lapas Saumlaki.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Komunitas Api Menyala yang telah hadir dan turut berkontribusi dalam pembinaan kerohanian warga binaan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter serta kehidupan spiritual warga binaan,” ujar Agung.
Senada, Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Saumlaki, David Philippus, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian menjadi bagian penting dalam membentuk kepribadian warga binaan.
“Pembinaan kerohanian memberikan ruang bagi warga binaan untuk melakukan refleksi diri, memperkuat keimanan, dan membangun sikap positif sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat,” ungkap David.
Kehadiran Komunitas Api Menyala diharapkan dapat memberikan semangat dan motivasi bagi warga binaan untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik serta menjalani proses pembinaan dengan sungguh-sungguh.
Sementara itu, perwakilan Komunitas Api Menyala, Pdt. Iwan Sinaga, menyampaikan apresiasi atas kesempatan untuk turut ambil bagian dalam pembinaan warga binaan di Lapas Saumlaki.
“Kami bersyukur dapat hadir dan berbagi bersama warga binaan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan penguatan, pengharapan, dan motivasi bagi warga binaan untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengapresiasi sinergi yang dibangun Lapas Saumlaki bersama berbagai pihak dalam mendukung program pembinaan.
“Sinergi dengan komunitas dan elemen masyarakat merupakan bagian penting dalam memperkuat pembinaan di satuan kerja pemasyarakatan. Kami berharap kolaborasi positif seperti ini dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat nyata bagi proses perubahan serta pembentukan karakter warga binaan,” tuturnya.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, Lapas Saumlaki terus berkomitmen memperkuat pembinaan kepribadian, mental, dan spiritual warga binaan sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat.














