Garudapost.id-Geser/ Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser terus meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Salah satu langkah nyatanya diwujudkan melalui sinergi pembinaan kerohanian dengan menggandeng Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Seram Timur. Kerja sama ini diimplementasikan melalui pemberian pembinaan rohani berkala kepada Warga Binaan yang terlaksana di Mushola At-Taqwa Lapas Geser selepas salat Jumat berjamaah, Jumat (09/10).
Kegiatan yang berfokus pada penguatan mental dan spiritual ini menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Seram Timur, Ibrahim Rumonin, sebagai pemateri. Jalannya kegiatan diikuti dengan khidmat oleh warga binaan, dengan didampingi langsung oleh staf pembinaan serta petugas jaga Lapas Geser.
Staf Pembinaan Lapas Geser, Raul Fhiqram Attamimi, menyampaikan bahwa pembinaan rohani merupakan pilar penting dalam proses pembentukan karakter dan reintegrasi sosial warga binaan. Sinergi lintas instansi ini sengaja dibangun untuk memberikan ruang refleksi yang lebih mendalam bagi mereka.
“Pembinaan rohani hasil sinergi ini menjadi momentum penting bagi warga binaan untuk memperkuat keimanan, memperbaiki perilaku, serta belajar menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Kami ingin masa pembinaan ini benar-benar menjadi bagian dari kesempatan terbaik bagi mereka untuk melakukan perubahan transformatif ke arah yang lebih baik,” ujar Raul.
Dalam tausiyahnya, Penyuluh Agama Islam KUA Seram Timur, Ibrahim Rumonin, membedah secara mendalam esensi kesabaran dalam perspektif Islam. Ia menekankan bahwa kesabaran adalah instrumen utama dalam menghadapi ujian kehidupan, termasuk saat menjalani masa pidana. Kesabaran tidak boleh diartikan sebagai sikap pasif, melainkan sebuah manifestasi dari keteguhan hati, pengendalian emosi, dan konsistensi dalam berbuat kebajikan.
“Kesabaran mengajarkan kita untuk tetap tenang dalam menghadapi ujian, menahan diri dari perbuatan yang merugikan, serta terus berikhtiar menjadi pribadi yang lebih bermanfaat. Setiap manusia memiliki kesempatan yang sama untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Masa-masa di Lapas ini adalah waktu terbaik untuk menata kembali niat dan akhlak,” ungkap Ibrahim.
Materi yang sarat akan nilai kehidupan tersebut mendapat respons positif dari warga binaan. Salah seorang warga binaan berinisial BB mengungkapkan bahwa pembinaan ini menjadi lentera pengingat agar mereka tidak putus asa dan mampu menjalani masa pidana dengan lapang dada.
“Melalui materi ini, kami diingatkan untuk lebih sabar dalam menjalani takdir, mengendalikan diri dari kekhilafan, dan memperbaiki sikap. Kami berharap pesan-pesan kesejukan ini dapat kami implementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik selama berada di dalam Lapas maupun sebagai bekal berharga saat nanti kembali ke tengah-tengah masyarakat,” tutur BB.
Secara terpisah, Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, mengaprrsiasi sinergitas yang terjalin erat antara Lapas Geser dan KUA Seram Timur. Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini akan terus diperkuat dan berkesinambungan demi mendukung sistem pembinaan yang holistik.
“Pembinaan rohani adalah investasi karakter jangka panjang. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang menyentuh aspek spiritual, karena sejatinya pemasyarakatan tidak hanya berbicara tentang pembekalan keterampilan fisik, tetapi yang paling utama adalah pemulihan dan pembentukan akhlak. Harapan besar kami, melalui penanaman nilai kesabaran ini, warga binaan memiliki ketahanan mental dan spiritual yang kokoh sebagai modal utama untuk menjadi anggota masyarakat yang sadar hukum dan bertaqwa,” tegas Nober Hasanda.
Melalui keberlanjutan sinergi pembinaan kerohanian ini, Lapas Geser optimis dapat mencetak pribadi-pribadi baru yang mandiri, berakhlak baik, dan siap berkontribusi positif bagi pembangunan daerah setelah bebas.


















