Ichsan Budiman Wantogia Raih Young Scholars Award 2026

Jumat, 23 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id – Purwokerto – Prestasi membanggakan diraih Asisten III Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Bone Bolango sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bone Bolango, Ichsan Budiman Wantogia. Bersama tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Ichsan berhasil meraih penghargaan Young Scholars Award pada ajang IAPA Annual Conference 2026 dan ICPSH FISIP Unsoed 2026.

Penghargaan tersebut diberikan atas penelitian berjudul “Social Conflict Resolution in Gold Mining from a Collaborative Governance Perspective: A Study in the PT Gorontalo Minerals Concession Area in Bone Bolango Regency.”

Ichsan Budiman Wantogia menjelaskan, penelitian ini mengkaji penyelesaian konflik sosial dalam aktivitas pertambangan emas di wilayah konsesi PT Gorontalo Minerals, Kabupaten Bone Bolango, dengan menggunakan perspektif tata kelola kolaboratif (collaborative governance).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam penelitian tersebut, Ichsan Budi Wantogia berkolaborasi dengan Rauf A. Hatu, Yanti Aneta, dan Udin Hamim. Keempat nama tersebut tercantum dalam sertifikat penghargaan dengan afiliasi Universitas Negeri Gorontalo.

Penghargaan Young Scholars Award diberikan dalam rangkaian IAPA Annual Conference 2026 dan ICPSH FISIP Unsoed 2026 yang berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 di Purwokerto, Jawa Tengah.

Konferensi tersebut mengusung tema “Navigating Transitions: Governance, Society, and Global Connectivity in the Ages of Digital Transformation”, yang menyoroti dinamika tata kelola pemerintahan, masyarakat, dan konektivitas global di tengah transformasi digital.

Young Scholars Award, atau penghargaan bagi cendekiawan muda, merupakan bentuk apresiasi yang diberikan kepada peneliti, mahasiswa, maupun ilmuwan muda yang menunjukkan keunggulan, kreativitas, serta kontribusi melalui karya ilmiah dan penelitian di bidang keahliannya.

Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan terhadap kontribusi pemikiran dan hasil penelitian yang dinilai memiliki nilai akademik. Dalam konteks penelitian tim UNG, kajian mengenai penyelesaian konflik sosial pertambangan mengangkat persoalan nyata yang berkaitan dengan tata kelola pembangunan di daerah.

“Keterlibatan dalam penelitian tersebut mempertemukan perspektif akademik dengan pengalaman dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kajian ini juga relevan dengan tantangan pembangunan Kabupaten Bone Bolango, khususnya dalam memahami hubungan antara pemerintah, perusahaan pertambangan, dan masyarakat di sekitar wilayah operasional,” jelasnya.

Melalui pendekatan tata kelola kolaboratif, penelitian ini menempatkan komunikasi, koordinasi, dialog, dan partisipasi para pemangku kepentingan sebagai aspek penting dalam memahami serta mencari pendekatan penyelesaian konflik sosial.

Perspektif tersebut dapat menjadi bahan kajian dalam mendorong tata kelola pembangunan yang memperhatikan aspek sosial, kepentingan masyarakat, serta hubungan yang konstruktif di antara berbagai pihak.

Raihan Young Scholars Award 2026 ini menjadi momentum untuk terus mendorong pengembangan penelitian yang berorientasi pada persoalan nyata di daerah. Hasil kajian akademik diharapkan dapat memperkaya perspektif dan menjadi referensi dalam memahami tantangan pemerintahan serta pembangunan daerah.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Proyek Revitalisasi TK Pertiwi Siremeng Senilai Rp.532 Juta Disorot, Material Dan Progres Pekerjaan Jadi Perhatian
SAMPAH MENGGUNUNG DI PASAR RANDUDONGKAL, POLUSI MENGANCAM PEDAGANG DAN WARGA
Sempat Viral Narapidana Kasus Korupsi Tambang Ilegal Masuk Ke Coffe Shop Kendari Akan Pindahkan Ke Lapas Nusakambangan
Rabat Beton Anggaran Rp20 Miliar di Tegal Disorot, Baru beberapa bulan Sudah Banyak Retak dan Patah
Pengembangan PPN Tegalsari Jadi Prioritas di Tahun 2026, Wali Kota Tegal Harap Ada Perluasan Pelabuhan
Bendungan Wisata Danawari Terancam Ambrol, Arus Sungai Kaligung Kikis Pondasi Jembatan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:36

Proyek Revitalisasi TK Pertiwi Siremeng Senilai Rp.532 Juta Disorot, Material Dan Progres Pekerjaan Jadi Perhatian

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:02

Ichsan Budiman Wantogia Raih Young Scholars Award 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:33

SAMPAH MENGGUNUNG DI PASAR RANDUDONGKAL, POLUSI MENGANCAM PEDAGANG DAN WARGA

Jumat, 17 April 2026 - 05:22

Sempat Viral Narapidana Kasus Korupsi Tambang Ilegal Masuk Ke Coffe Shop Kendari Akan Pindahkan Ke Lapas Nusakambangan

Kamis, 2 April 2026 - 12:31

Rabat Beton Anggaran Rp20 Miliar di Tegal Disorot, Baru beberapa bulan Sudah Banyak Retak dan Patah

Berita Terbaru