WAMENA | GARUDAPOST.ID – Antusiasme masyarakat dalam mengikuti rekrutmen anggota Polri di wilayah Polresta Jayawijaya terus meningkat. Hingga penutupan pendaftaran pada Senin, (30/ Maret/ 2026), jumlah pendaftar tercatat mencapai (dua ratus satu) peserta dari berbagai kategori.
Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Kabag Sumda) Polresta Jayawijaya, AKP Yan Wareyan, yang mewakili Kapolres bersama Kasi Humas, menyampaikan bahwa total (dua ratus satu) pendaftar terdiri dari 157 pria dan 44 wanita. Para peserta berasal dari tiga kategori, yakni Orang Asli Papua (OAP) pegunungan, OAP pesisir (pante), serta non OAP / pendatang.
“Animo pendaftaran cukup tinggi, dengan total (dua ratus satu) peserta yang telah mendaftar melalui sistem online. Namun jumlah tersebut bukan berarti semuanya akan lulus, karena masih ada tahapan verifikasi yang harus dilalui,” ujar AKP Yan Wareyan dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, proses pendaftaran resmi ditutup pada 30 Maret 2026 pukul 02.00 WIT. Selanjutnya, panitia akan melakukan verifikasi berkas serta pemeriksaan awal, termasuk persyaratan usia dan tinggi badan sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk kategori tinggi badan, OAP wanita minimal 160 cm, wanita pesisir 163 cm, dan pria minimal 165 cm. Selain itu, batas usia juga menjadi syarat penting, di mana peserta tidak boleh melebihi ketentuan usia saat pendaftaran dibuka.
“Walaupun sudah mendaftar, jika tidak memenuhi syarat seperti tinggi badan atau usia, maka tetap dinyatakan tidak memenuhi kriteria,” tegasnya.
Lebih lanjut, AKP Yan Wareyan mengungkapkan bahwa dalam rekrutmen kali ini terdapat beberapa jalur penerimaan, antara lain Taruna Akpol sebanyak tiga orang, Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) seperti tenaga pendidik tiga orang, tenaga kesehatan tiga orang, serta Tamtama Brimob dan Bakomsus Humas. Di luar itu, terdapat pula jalur Bintara Tugas Umum (PTU).
Ia juga menegaskan bahwa Polres Jayawijaya tidak menetapkan kuota kelulusan tertentu. Proses seleksi dilakukan melalui sistem perankingan berdasarkan kategori, di mana peserta OAP pegunungan bersaing dengan sesama OAP pegunungan, demikian pula OAP pesisir dan peserta pendatang.
“Setiap kategori memiliki mekanisme perankingan tersendiri dan tidak saling bercampur, sehingga seleksi dilakukan secara adil sesuai kelompok masing-masing,” jelasnya.
Dalam waktu dekat, pihak Polres Jayawijaya juga akan menerima kunjungan tim asistensi dari Biro SDM Polda Papua guna melakukan pengawasan serta memastikan proses rekrutmen berjalan sesuai prosedur yang berlaku.
Dengan tingginya minat masyarakat, diharapkan proses seleksi ini dapat menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas, profesional, dan siap mengabdi kepada masyarakat.
(Penulis: Feles Alua | Editor: Julianus S.)
Penulis : Feles Alua
Editor : Julianus S.
Sumber Berita: Garudapost.id

















