Tinjau Lokasi di Walelagama, Liberius Mabel Pastikan Gerai Koperasi Merah Putih Segera Dibangun

Sabtu, 6 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAMENA, Garudapost.id – Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Jayawijaya, Liberius Mabel, S.Sos, meninjau langsung lokasi pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Kampung Walelagama, Distrik Walelagama, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Sabtu (6/6/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan gerai koperasi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat dan para tokoh setempat terkait pelaksanaan program pemerintah tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut  (Plt) Kepala Distrik Walelagama, izai haluk, PLT Kepala Kampung Walelagama, tokoh adat, pengurus koperasi kampung, tokoh masyarakat, serta puluhan warga yang antusias menyambut kedatangan kepala dinas .

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam keterangannya, Liberius Mabel,s sos mengatakan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memberikan kepastian terkait lokasi pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih yang direncanakan hadir di Distrik Walelagama.

“Kami datang untuk memastikan lokasi pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih. Setelah dilakukan pengukuran dan pengecekan lapangan, lahan yang akan digunakan sudah disiapkan dengan baik. Selanjutnya hasil peninjauan ini akan kami laporkan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya.

Menurut Liberius, selama proses peninjauan terdapat sejumlah informasi yang disampaikan masyarakat terkait status tanah yang akan digunakan untuk pembangunan koperasi. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung program tersebut.

“Saya mengajak tokoh adat, tokoh gereja, tokoh intelektual, tokoh pemuda, dan seluruh masyarakat untuk mendukung pembangunan koperasi ini. Program ini hadir untuk memberikan manfaat ekonomi dan menjawab kebutuhan masyarakat di kampung,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa Gerai Koperasi Merah Putih nantinya akan menyediakan berbagai kebutuhan pokok dan barang-barang yang dibutuhkan masyarakat setempat. Selain itu, keberadaan koperasi diharapkan dapat memperkuat pusat-pusat ekonomi masyarakat hingga ke tingkat kampung.

“Kita ingin menghadirkan akses ekonomi yang lebih dekat kepada masyarakat. Dengan adanya koperasi di setiap wilayah, masyarakat tidak perlu lagi bergantung pada pusat perdagangan yang jauh karena kebutuhan sehari-hari dapat diperoleh di kampung sendiri,” jelasnya.

Liberius berharap kehadiran Gerai Koperasi Merah Putih dapat menjadi solusi bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi sekaligus menciptakan kenyamanan dalam aktivitas transaksi dan perdagangan.

Sementara itu, Ketua Koperasi Kampung Walelagama menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala Dinas Koperasi bersama rombongan yang telah meninjau langsung lokasi pembangunan.

“Kami berterima kasih karena pemerintah sudah datang melihat langsung lokasi dan melakukan pengukuran. Kami siap mendukung proses pembangunan koperasi ini hingga selesai,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa di beberapa wilayah masih terdapat penolakan terhadap pembangunan koperasi. Namun masyarakat Kampung Walelagama telah menyatakan kesiapan untuk menerima dan mendukung program tersebut.

“Kalau di beberapa kampung ada yang menolak, di Walelagama kami menerima dan mendukung penuh. Kami siap bekerja sama dengan pemerintah demi kemajuan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Di kesempatan yang sama, Plt Kepala Distrik Walelagama Izai Haluk menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Koperasi atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat di wilayahnya.

Menurutnya, kehadiran Gerai Koperasi Merah Putih akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan akses terhadap kebutuhan pokok dan memperkuat ekonomi keluarga.

“Dengan adanya koperasi ini, masyarakat akan lebih mudah memperoleh kebutuhan sehari-hari. Selain itu, koperasi dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi keluarga dan masyarakat di Distrik Walelagama,” katanya.

Ia berharap seluruh tokoh dan masyarakat dari enam kampung yang berada di Distrik Walelagama dapat bersatu mendukung proses pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih .

“Kami siap mendukung pembangunan koperasi ini. Semoga program yang dihadirkan pemerintah dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Walelagama,” pungkasnya Izai Haluk.(*)

 

 

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BP3OKP PAPUA PRODUKTIF DAN DINAS KOPERASI-UKM PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN SINKRONKAN PROGRAM STRATEGIS UNTUK PERKUAT EKONOMI DAN TEKAN KEMISKINAN EKSTREM
Darurat Asap dan Kesehatan, Aktivis Desak Pemprov Papua Pegunungan Bentuk Satgas Kebakaran Hutan
Cakupan Imunisasi Campak di Manokwari Capai 98,6 Persen, 80 Wilayah Belum Penuhi Target
Wisuda 20030 Mahasiswa, Rektor UNAIM Yapis Wamena Dorong Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja
UNAIM Yapis Wamena Wisuda 20030 Lulusan, Dorong SDM Papua Pegunungan Berakar pada Budaya
PMKRI Jayawijaya Salurkan Bantuan dan Soroti Kekurangan Fasilitas Panti Asuhan
AMPTPI Jayawijaya Soroti New York Agreement dan Dinamika Papua dalam Aksi KNPB
Konsolidasi Kaum Muda Lanny Jaya Dorong Perda Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:49

BP3OKP PAPUA PRODUKTIF DAN DINAS KOPERASI-UKM PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN SINKRONKAN PROGRAM STRATEGIS UNTUK PERKUAT EKONOMI DAN TEKAN KEMISKINAN EKSTREM

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:43

Darurat Asap dan Kesehatan, Aktivis Desak Pemprov Papua Pegunungan Bentuk Satgas Kebakaran Hutan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:22

Cakupan Imunisasi Campak di Manokwari Capai 98,6 Persen, 80 Wilayah Belum Penuhi Target

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:31

Wisuda 20030 Mahasiswa, Rektor UNAIM Yapis Wamena Dorong Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:17

UNAIM Yapis Wamena Wisuda 20030 Lulusan, Dorong SDM Papua Pegunungan Berakar pada Budaya

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:59