Masyarakat Adat Marga Ateta Serukan Aksi Damai Tolak Dugaan Penerbitan HGU di Tanah Adat Sumuri

Sabtu, 11 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BINTUNI, Garudapost.id – Masyarakat Adat Marga Ateta menyerukan aksi damai untuk menyampaikan aspirasi terkait dugaan proses penerbitan Hak Guna Usaha (HGU) di wilayah tanah adat Sumuri yang disebut berkaitan dengan kepentingan PT BSP. Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, (11/Juli/ 2026), mulai pukul 07.00 WIT, dengan titik aksi di Kantor ATR/BPN Kabupaten Teluk Bintuni.

Seruan aksi ditujukan kepada mahasiswa, pemuda, pegiat tanah adat, pegiat lingkungan, serta masyarakat se-Teluk Bintuni dan Papua Barat agar bersama-sama mengawal perlindungan hak-hak masyarakat adat atas wilayah adat mereka.

Penyelenggara menilai tanah adat bukan sekadar aset, melainkan identitas, ruang hidup, dan warisan leluhur yang harus dijaga demi keberlangsungan generasi mendatang. Karena itu, mereka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan menyampaikan aspirasi secara damai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Marga Ateta, Benidiktus Ateta, mengatakan perjuangan mempertahankan tanah adat tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan solidaritas dari seluruh masyarakat.

“Tanah adalah nyawa. Hutan adalah masa depan anak cucu kita. Kami mengajak seluruh mahasiswa, pemuda, pegiat tanah adat, pegiat lingkungan, dan masyarakat untuk hadir serta menyampaikan aspirasi secara damai demi memperjuangkan hak-hak masyarakat adat,” ujar Benidiktus Ateta.

Aksi damai tersebut mengusung tema “Tolak PT BSP & Stop HGU di Tanah Adat Marga Ateta”, dengan slogan “Tanah Adat Harga Mati”dan “Mahasiswa & Rakyat Bersatu, Lawan Perampasan Tanah.”

Melalui aksi ini, penyelenggara berharap pemerintah dapat mendengarkan aspirasi masyarakat adat serta memastikan setiap kebijakan yang berkaitan dengan tanah adat dilakukan secara transparan, adil, menghormati hak-hak masyarakat adat, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat tanggapan resmi dari pihak ATR/BPN Kabupaten Teluk Bintuni maupun PT BSP terkait pernyataan dan seruan aksi yang disampaikan oleh Masyarakat Adat Marga Ateta.

membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada ATR/BPN Kabupaten Teluk Bintuni, PT BSP, maupun pihak-pihak terkait lainnya sebagai bagian dari prinsip pemberitaan yang berimbang sesuai Kode Etik Jurnalistik.(*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemkab Mansel Serahkan SK Pengakuan Masyarakat Hukum Adat kepada Tiga Marga di Tahota
Korwil Jayawijaya Manokwari Gelar PKA, Siapkan Generasi Muda Produktif, Kritis dan Berintegritas
Korwil Yalimo Manokwari Gelar SAWABA 2026, Enam Mahasiswa Baru Resmi Bergabung
Menagih Janji Otsus Papua Barat: Anggaran Triliunan, Kesejahteraan OAP Dipertanyakan
FIM-WP Mnukwar Sahkan 20 Kader Baru Lewat Pendidikan Politik
Mahasiswa Yahukimo di Manokwari Sampaikan Lima Tuntutan, Soroti Pengungsian dan Dana Bantuan Studi
Kejar Target 95 Persen, Puskesmas Amban Gencarkan Sweeping Imunisasi Campak-Rubela
Kepala K2BPT Apner Itlay Ucapkan Terima Kasih kepada Gubernur Papua Barat
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:55

Pemkab Mansel Serahkan SK Pengakuan Masyarakat Hukum Adat kepada Tiga Marga di Tahota

Minggu, 1 November 2026 - 11:26

Korwil Jayawijaya Manokwari Gelar PKA, Siapkan Generasi Muda Produktif, Kritis dan Berintegritas

Minggu, 1 November 2026 - 11:14

Korwil Yalimo Manokwari Gelar SAWABA 2026, Enam Mahasiswa Baru Resmi Bergabung

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:16

Menagih Janji Otsus Papua Barat: Anggaran Triliunan, Kesejahteraan OAP Dipertanyakan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:10

FIM-WP Mnukwar Sahkan 20 Kader Baru Lewat Pendidikan Politik

Berita Terbaru

Kabupaten Bone Bolango

Kejati Gorontalo Resmi Buka 15 Layanan Publik Gratis dan Konsultasi Hukum

Kamis, 5 Nov 2026 - 20:18