Garudapost.id-Ambon/ Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon terus menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan program pembinaan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan kepribadian, tetapi juga pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Salah satu bentuk nyata dari program tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembuatan tempat sampah organik dan non organik serta akuarium yang dikerjakan langsung oleh warga binaan sebagai sarana pengembangan keterampilan, kreativitas, dan produktivitas. Jumat (12/06).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan kepada warga binaan selama menjalani masa pidana. Melalui aktivitas yang produktif dan bernilai edukatif ini, warga binaan diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, menyalurkan kreativitas, serta meningkatkan keterampilan kerja yang dapat menjadi modal berharga ketika kembali ke tengah masyarakat.
Pembuatan tempat sampah organik dan non organik dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Dengan adanya pemisahan jenis sampah, diharapkan lingkungan Rutan Ambon menjadi lebih bersih, tertata, dan mendukung budaya hidup sehat. Sementara itu, pembuatan akuarium menjadi salah satu kegiatan yang bertujuan untuk memperindah lingkungan serta memberikan nilai estetika melalui hasil karya warga binaan.
Dalam proses pembuatannya, warga binaan dilibatkan secara langsung mulai dari tahap perencanaan desain, pengukuran bahan, pemotongan, perakitan, hingga tahap penyelesaian akhir. Seluruh kegiatan dilaksanakan di bawah pengawasan dan pendampingan petugas guna memastikan proses berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai dengan tujuan pembinaan. Melalui proses tersebut, warga binaan tidak hanya belajar keterampilan teknis, tetapi juga dilatih untuk bekerja secara disiplin, teliti, dan bertanggung jawab.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry Persulessy, mengatakan bahwa program pembinaan kemandirian menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan. Menurutnya, berbagai kegiatan keterampilan yang diberikan kepada warga binaan merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mempersiapkan mereka agar lebih siap menghadapi kehidupan setelah bebas nanti.
“Kegiatan pembuatan tempat sampah organik dan non organik serta akuarium ini merupakan salah satu bentuk pembinaan yang kami berikan kepada warga binaan untuk mengembangkan keterampilan dan kreativitas mereka. Selain menghasilkan karya yang bermanfaat bagi lingkungan rutan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran yang dapat menumbuhkan sikap disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab,” ujar Jefry.
Ia menambahkan bahwa pembinaan yang dilakukan di Rutan Ambon tidak hanya berorientasi pada hasil produk yang dihasilkan, tetapi juga pada proses pembentukan karakter dan peningkatan kemampuan warga binaan. Oleh karena itu, setiap kegiatan pembinaan dirancang untuk memberikan manfaat nyata yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu warga binaan yang mengikuti kegiatan tersebut, M.S, mengaku senang dapat terlibat dalam pembuatan tempat sampah organik dan non organik serta akuarium sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian di Rutan Ambon. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus menambah keterampilan yang bermanfaat untuk masa depan.
“Saya merasa senang karena diberikan kesempatan untuk belajar dan berkarya selama menjalani masa pembinaan. Melalui kegiatan ini saya belajar banyak hal, mulai dari cara membuat tempat sampah dan akuarium hingga pentingnya bekerja sama dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Kegiatan ini membuat saya lebih produktif dan memberikan motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan yang saya miliki,” ungkap M.S.
Melalui kegiatan ini, warga binaan juga diajarkan pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan waktu secara produktif. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dari proses pembinaan yang bertujuan membentuk pribadi yang lebih baik, mandiri, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Rutan Ambon terus berupaya menghadirkan berbagai program pembinaan yang inovatif dan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas hidup warga binaan. Dengan memberikan ruang untuk berkarya dan mengembangkan potensi diri, diharapkan warga binaan mampu memperoleh keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal dalam menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.
Melalui pembuatan tempat sampah organik dan non organik serta akuarium ini, Rutan Ambon kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pembinaan yang produktif, humanis, dan berorientasi pada pengembangan keterampilan warga binaan. Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa proses pembinaan mampu menghasilkan karya yang bernilai guna sekaligus mendukung terwujudnya Pemasyarakatan yang Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat.

















