Garudapost.id-Saumlaki/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saumlaki bersama Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Tanimbar (Kemenag KKT) terus meningkatkan pembinaan kerohanian bagi warga binaan melalui kegiatan yang dilaksanakan pada Lapas Saumlaki, Rabu (29/07). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian untuk memperkuat iman, moral, dan karakter warga binaan selama menjalani masa pidana.
Pembinaan kerohanian memiliki fungsi penting dalam proses pemasyarakatan karena tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga membantu membangun kesadaran diri, pengendalian emosi, serta sikap saling menghargai antarwarga binaan. Melalui kegiatan ini, warga binaan diarahkan agar memiliki pegangan hidup yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat dengan perilaku yang lebih positif.
Pelaksanaan pembinaan kerohanian di Lapas Saumlaki disesuaikan dengan keyakinan yang dianut warga binaan, yakni agama Kristen dan Islam. Untuk warga binaan beragama Kristen, kegiatan diisi dengan doa, pembacaan firman, dan penyuluhan rohani, sedangkan bagi warga binaan beragama Islam kegiatan meliputi doa bersama, belajar baca tulis Al-qur’an, dan pembinaan keagamaan secara sederhana namun berkesinambungan.
Kepala Lapas Saumlaki, Agung Wibowo, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian merupakan salah satu pilar penting dalam mendukung proses pembentukan kepribadian warga binaan. “Pembinaan kerohanian menjadi bagian yang sangat penting dalam proses pemasyarakatan. Kami berharap melalui kegiatan ini, warga binaan dapat memperkuat iman, memperbaiki diri, dan memiliki bekal moral yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat,” ujar Agung.
Kegiatan ini berlangsung dengan penuh ketenangan dan khidmat, serta menjadi ruang pembinaan yang memberi keteduhan bagi warga binaan. Selain memperkuat hubungan spiritual, pembinaan kerohanian juga diharapkan mampu menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan rasa syukur dalam menjalani pembinaan di dalam lapas.
Salah satu penyuluh agama Kristen, Jesiska Manusiwa, menambahkan bahwa pembinaan rohani perlu dilakukan secara konsisten agar memberikan dampak yang nyata bagi warga binaan. “Kami melihat adanya semangat dan keterbukaan dari warga binaan dalam mengikuti pembinaan ini. Harapannya, kegiatan kerohanian seperti ini dapat terus menjadi sarana pembinaan yang menumbuhkan harapan dan perubahan ke arah yang lebih baik,” ungkap Jesiska.
Di tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi atas sinergi Lapas Saumlaki dan Kemenag KKT dalam memperkuat pembinaan kerohanian. “Pembinaan kepribadian melalui pendekatan kerohanian sangat penting dalam mendukung tujuan pemasyarakatan. Kami mengapresiasi langkah Lapas Saumlaki yang secara konsisten membangun kerja sama dengan berbagai pihak demi pembinaan warga binaan yang lebih humanis dan bermakna,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Saumlaki menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat program pembinaan kerohanian sebagai bagian dari pembinaan kepribadian warga binaan. Dengan dukungan Kemenag KKT dan seluruh pihak terkait, Lapas Saumlaki berupaya mewujudkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada kedisiplinan, tetapi juga pada pembentukan insan yang beriman, berakhlak, dan siap kembali ke masyarakat dengan lebih baik.

















