Modal Ngaku Polisi Pria Di Gresik Minta Uang Keamanan RP 250 Ribu Ke Warung-Warung.

Minggu, 10 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id jatim-Seorang pria berinisial J 42 tahun, warga Desa Pandanan, Kabupaten Gresik, nekat mengaku sebagai anggota polisi. Tujuannya untuk memalak sejumlah warung dengan modus meminta uang keamanan di sepanjang Jalan Raya Duduksampeyan, Gresik.

Kapolsek Duduksampeyan, AKP Bakri, mengatakan aksi pelaku bermula saat J mendatangi warung milik K (45) di kawasan Jalan Raya Tumapel, Duduksampeyan. Pelaku mengaku ke pemilik warung tersebut sebagai anggota Polsek Panceng dan meminta uang keamanan sebesar Rp 250 ribu.

Pemilik warung pun resah dengan aksi J tersebut, kemudian melapor ke Polsek Duduksampeyan. J lalu ditangkap pada Sabtu (9/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setelah menerima laporan masyarakat, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Dari hasil interogasi diketahui bahwa yang bersangkutan bukan anggota Polri alias polisi gadungan,” kata Bakri kepada wartawan, Minggu (10/5).

Dari hasil pemeriksaan, aksi tersebut ternyata bukan kali pertama dilakukan pelaku. Polisi mendapati bahwa modus pemerasan berkedok uang keamanan itu telah dijalankan sejak awal tahun 2023.

Salah satu korban mengaku rutin memberikan uang kepada pelaku karena takut dan percaya bahwa J benar-benar anggota kepolisian. Selama kurang lebih tiga tahun itu, korban mengalami kerugian hingga sekitar Rp 2 juta. Nominal pungutan yang diminta pelaku pun bervariasi, mulai Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu setiap kali mendatangi warung.

“Pelaku diketahui mendatangi sejumlah warung di sepanjang Jalan Raya Duduksampeyan untuk melakukan aksi serupa,” ucapnya.

Saat ini, pelaku telah ditahan di Polsek Duduksampeyan dan masih didalami guna mengetahui kemungkinan adanya korban lain.

Adapun barang bukti yang diamankan berupa uang tunai sebesar Rp 250 ribu yang diduga merupakan sisa hasil penipuan dan sejumlah bukti transfer dari para korban kepada tersangka.

(Admin)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Lima Alumni SMK PGRI 1 Gresik Berhasil Meraih Beasiswa Kuliah ke China”
Pemkab dan DPRD Tulungagung Sepakati Lima Ranperda, Pendidikan hingga Disabilitas Jadi Prioritas
Pikap Maut Disembunyikan di Kandang Ayam, Polisi Bekuk Pelaku Tabrak Lari Lansia di Blitar
BRI Pacitan Perkuat Layanan Perbankan, Tiga Mesin CRM Baru Hadir di Lokasi Strategis
Bukan Sekadar Target Bisnis, BRI Trenggalek Bangun Keseimbangan Kerja Lewat Pengajian
Usaha Nofiliya di Pasar Legi Blitar Kian Beragam, dari Sembako hingga Layanan BRILink
Infaq Guru Jadi Berkah: Baznas Salurkan Bantuan Biaya Pendidikan untuk Siswa MTsN 1 Trenggalek yang Tidak Mampu
Jalani Hukuman 8 Tahun 4 Bulan, Mantan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo Bebas Bersyarat
Berita ini 17 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 14:24

Lima Alumni SMK PGRI 1 Gresik Berhasil Meraih Beasiswa Kuliah ke China”

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:10

Pemkab dan DPRD Tulungagung Sepakati Lima Ranperda, Pendidikan hingga Disabilitas Jadi Prioritas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:46

Pikap Maut Disembunyikan di Kandang Ayam, Polisi Bekuk Pelaku Tabrak Lari Lansia di Blitar

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:38

BRI Pacitan Perkuat Layanan Perbankan, Tiga Mesin CRM Baru Hadir di Lokasi Strategis

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:55

Bukan Sekadar Target Bisnis, BRI Trenggalek Bangun Keseimbangan Kerja Lewat Pengajian

Berita Terbaru