Garudapost.id-Geser/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser menggandeng Kantor Urusan Agama (KUA) Seram Timur menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang berlangsung di Mushola At-Takwa Lapas Geser, Rabu (09/09).
Acara yang berorientasi pada pemenuhan hak spiritual warga binaan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, dan diikuti oleh para pejabat struktural, pegawai, peserta magang, warga binaan, perwakilan dari KUA Seram Timur serta Ibu-ibu Pipas Lapas Geser.
Kegiatan yang bertajuk “Mari Hidupkan Sunnah, Ikuti Jejak Rasulullah, Kita Tebarkan Kedamaian & Persaudaraan” ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan seluruh elemen di Lapas Geser.
Dalam sambutannya, Nober menyampaikan bahwa momentum Maulid Nabi merupakan sarana penting untuk memperkuat ketakwaan dan mempererat tali silaturahmi.
“Kegiatan ini menjadi momentum bagi kita semua, khususnya warga binaan, untuk merenungkan kembali keteladanan Nabi Muhammad SAW. Kami berharap nilai-nilai kebaikan dan kedamaian yang diajarkan Rasulullah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam Lapas maupun saat kembali ke masyarakat kelak,” ujar Nober.
Nober juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana menebarkan kedamaian di antara keluarga besar Lapas Geser dan mitra kerja. Kolaborasi dengan KUA Seram Timur dinilai sangat membantu dalam menghadirkan pembinaan spiritual yang berkelanjutan bagi warga binaan.
“Bagi jajaran pejabat dan pegawai, peringatan ini diharapkan menjadi suntikan moral serta integritas dalam menjalankan tugas pelayanan dengan mengedepankan nilai-nilai humanis,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Geser, Junaidi Laisouw, menegaskan komitmen pihaknya dalam memfasilitasi pembinaan kepribadian berbasis keagamaan secara berkelanjutan bagi seluruh warga binaan.
“Pembinaan kerohanian adalah salah satu pilar utama di Lapas Geser. Kami terus berupaya menghadirkan program-program keagamaan yang berdampak positif agar para warga binaan memiliki pembekalan mental dan spiritual yang kuat. Salah satunya melalui momentum perayaan Maulid Nabi ini,” tutur Junaidi.
Dalam nuansa yang sama, tausiah keagamaan disampaikan langsung oleh Penyuluh Agama KUA Seram Timur, Ibrahim Rumonin. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya menjadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman hidup dalam menghadapi setiap ujian.
“Peringatan Maulid bukan sekadar tradisi, melainkan ajakan untuk meneladani sifat-sifat mulia Nabi Muhammad SAW seperti kesabaran, kejujuran, dan kasih sayang. Harapan kita bersama, seluruh jemaah yang hadir dapat mengambil iktibar dan terus berbenah diri menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkap Ibrahim.
Suasana kebersamaan semakin terasa erat dengan keterlibatan aktif para peserta magang dan warga binaan selama acara sholawat berlangsung. Salah seorang peserta magang, Sarifa Laisouw, menyampaikan rasa syukurnya karena dapat berpartisipasi dan memetik pelajaran berharga langsung dari kegiatan positif ini.
“Turut terlibat aktif pada kegiatan Maulid Nabi di Lapas Geser memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Kami menyaksikan langsung betapa besarnya antusiasme serta kuatnya semangat kekeluargaan yang terjalin antara petugas dan warga binaan. Saya berharap ke depannya, kegiatan spiritual seperti ini dapat terus berjalan konsisten dan melahirkan program-program pembinaan rohani yang lebih variatif,” ujar Sarifa Laisouw.
Kebahagiaan serupa juga dirasakan oleh salah satu warga binaan berinisial AR. Ia mengaku sangat tersentuh dan bersyukur atas terselenggaranya acara keagamaan di lingkungan Lapas Geser.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pihak Lapas dan KUA atas perhatian serta bimbingan yang tulus ini. Tausiah yang disampaikan benar-benar memberikan ketenangan hati sekaligus motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki diri. Ini menjadi momentum penting bagi kami untuk belajar meneladani akhlak mulia Rasulullah agar menjadi pribadi yang lebih bermanfaat,” tutur AR.
Secara keseluruhan, rangkaian acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Lapas Geser ini berlangsung dengan khidmat, lancar, dan penuh nuansa kedamaian. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama demi kebaikan, keselamatan, dan keberkahan seluruh jajaran petugas serta warga binaan.
Melalui momentum religius ini, diharapkan dapat terwujud perubahan perilaku yang positif, di mana warga binaan termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik, disiplin, dan taat beribadah sebagai bekal berharga saat kembali ke masyarakat kelak. Selain itu, sinergi berkelanjutan dengan KUA Seram Timur diharapkan terus berjalan konsisten demi melahirkan program pembinaan rohani yang lebih variatif. Pada akhirnya, kuatnya fondasi keagamaan yang tertanam ini diharapkan mampu menjaga kondusifitas lingkungan Lapas Geser agar selalu aman, damai, dan harmonis.




























