Ketua DPD KP2IT Desak Gubernur Evaluasi Kinerja Dinas Pangan dan Peternakan Papua Barat

Sabtu, 25 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MANOKWARI, Garudapost.id – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Komite Pemuda Pembangunan Indonesia Timur (DPD KP2IT) Papua Barat, Pilatus Lagoan, mendesak Gubernur Papua Barat melakukan evaluasi terhadap kinerja perangkat daerah yang menangani sektor pangan, khususnya Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Desakan tersebut disampaikan Pilatus pada 24 Juli 2026 sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi ketahanan pangan di Papua Barat yang dinilai masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat melalui produksi lokal.

Menurut Pilatus, ketergantungan Papua Barat terhadap pasokan pangan dari luar daerah menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas program, kinerja perangkat daerah, serta strategi pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Papua Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian dan peternakan karena memiliki lahan yang luas serta sumber daya alam yang mendukung. Namun, potensi tersebut harus dikelola secara maksimal agar mampu menghasilkan produksi pangan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Pilatus.

Ia menilai pemerintah daerah perlu memastikan seluruh program pertanian dan peternakan berjalan sesuai target. Hal itu mencakup peningkatan produktivitas, penyediaan sarana produksi, pemberian dukungan kepada petani dan peternak, hingga pengembangan komoditas pangan strategis.

Pilatus juga menyoroti kondisi ketahanan pangan Papua Barat setelah 26 tahun berdirinya provinsi tersebut. Menurutnya, sejumlah kebutuhan pangan utama seperti beras, jagung, telur, dan daging ayam masih menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

Berdasarkan data yang disampaikan Pilatus, tingkat pemenuhan kebutuhan pangan utama dari produksi dalam daerah masih berada pada kisaran 20–25 persen. Sementara sebagian besar kebutuhan masyarakat masih bergantung pada paokan pangan dari luar daerah.

“Kondisi ini harus menjadi perhatian pemerintah. Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan bahan makanan, tetapi juga bagaimana sektor pertanian dan peternakan mampu menjadi sumber peningkatan ekonomi masyarakat kampung,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kebijakan pangan harus memberikan dampak langsung bagi petani dan peternak lokal. Peningkatan produksi pangan, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi produktif masyarakat di pedesaan.

Pilatus juga menilai program prioritas nasional di bidang pertanian dan ketahanan pangan perlu dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah daerah. Program tersebut, kata dia, dapat diarahkan untuk mempercepat peningkatan produksi pangan strategis melalui perluasan lahan, peningkatan produktivitas, penyediaan sarana produksi, dukungan pupuk, serta penguatan kemandirian pangan berbasis potensi daerah.

Selain itu, sektor peternakan juga dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan protein hewani melalui peningkatan produksi daging, telur, dan komoditas peternakan lainnya sekaligus memperkuat rantai produksi dan ekonomi peternak lokal.

“Papua Barat merupakan daerah yang sangat potensial untuk pengembangan pertanian dan peternakan. Karena itu, perangkat daerah yang bertanggung jawab harus mampu menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung program Papua Barat Produktif dan agenda nasional ketahanan pangan,” jelas Pilatus.

Pilatus berharap Gubernur Papua Barat tidak hanya melakukan evaluasi terhadap sektor kesehatan dan pendidikan, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap perangkat daerah yang berkaitan langsung dengan produktivitas ekonomi masyarakat.

Menurutnya, evaluasi terhadap kinerja kepala perangkat daerah perlu dilakukan secara objektif dan terukur agar program pembangunan sektor pangan benar-benar berjalan efektif, tepat sasaran, serta mampu mendorong terwujudnya kemandirian pangan di Papua Barat.

(*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Cakupan Imunisasi Campak di Manokwari Capai 98,6 Persen, 80 Wilayah Belum Penuhi Target
Cakupan Imunisasi Campak Manokwari Capai 91 Persen, Tujuh Puskesmas Lampaui Target
Kepala K2BPT Apner Itlay Ucapkan Terima Kasih kepada Gubernur Papua Barat
DPD KP2IT Papua Barat, Pilatus Langowan Sampaikan Terima Kasih kepada Gubernur atas Bantuan untuk Mahasiswa Yahukimo
Empat Hari di Gereja GIDI Misia, Mahasiswa Yahukimo Bongkar Posko dan Kembali ke Kontrakan
Mandacan dan Pahabol Turun Tangan, Mahasiswa Yahukimo Kembali ke Kontrakan
Gubernur Papua Barat Turun Tangan Bantu Mahasiswa Yahukimo, Pembina Minta Tanah untuk Asrama Permanen
Imunisasi Campak di Manokwari Capai 46,2 Persen, Mince Wilil Apresiasi Puskesmas Masni dan Sowi IV
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:22

Cakupan Imunisasi Campak di Manokwari Capai 98,6 Persen, 80 Wilayah Belum Penuhi Target

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:31

Cakupan Imunisasi Campak Manokwari Capai 91 Persen, Tujuh Puskesmas Lampaui Target

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:48

Kepala K2BPT Apner Itlay Ucapkan Terima Kasih kepada Gubernur Papua Barat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:44

DPD KP2IT Papua Barat, Pilatus Langowan Sampaikan Terima Kasih kepada Gubernur atas Bantuan untuk Mahasiswa Yahukimo

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:39

Empat Hari di Gereja GIDI Misia, Mahasiswa Yahukimo Bongkar Posko dan Kembali ke Kontrakan

Berita Terbaru