MANOKWARI, Garudapost.id – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Asrama Mahasiswa Jayawijaya di Kota Studi Manokwari menjadi momentum penting bagi mahasiswa Pegunungan Tengah untuk memperkuat persaudaraan, memperkokoh solidaritas, serta meneguhkan komitmen dalam membangun generasi muda yang berpendidikan, berkarakter, dan berdaya saing.
Kegiatan yang berlangsung di Asrama Mahasiswa Jayawijaya, Kota Studi Manokwari, Sabtu (25/7/2026) pukul 15.00 WIT, mengusung tema “Mempererat Persaudaraan, Membangun Solidaritas dan Meningkatkan Semangat Pendidikan Mahasiswa/i Jayawijaya Menuju Generasi yang Berkualitas.”
Perayaan tersebut dihadiri puluhan mahasiswa yang terdiri atas mahasiswa, alumni, pembina, penasihat organisasi DPO , serta pengurus organisasi mahasiswa Pegunungan Tengah IMPT di Kota Studi Manokwari.
Ketua Asrama Mahasiswa Jayawijaya, Letius Heluka, membuka rangkaian kegiatan dengan menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan sehingga asrama dapat memasuki usia ke-18 tahun.
Dalam sambutannya, Letius menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik melalui doa, tenaga, pikiran, maupun bantuan material, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
“Usia ke-18 ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama kita. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi bagi kemajuan Asrama Mahasiswa Jayawijaya,” ujar Letius.
Sementara itu, Dewan Penasihat Organisasi (DPO), Geri Hiluka, mengajak seluruh mahasiswa untuk terus menjaga etika, disiplin, dan persatuan dalam kehidupan organisasi.
Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral sebagai generasi intelektual yang tidak hanya dituntut untuk berprestasi secara akademik, tetapi juga harus mampu menjaga nama baik daerah serta menjadi teladan dalam membangun solidaritas dan kebersamaan.
Senada dengan itu, Pembina Asrama Mahasiswa Jayawijaya, Ester Kossay, mengingatkan seluruh mahasiswa agar memanfaatkan kesempatan menempuh pendidikan di Kota Studi Manokwari dengan sungguh-sungguh.
Ia menegaskan bahwa ilmu pengetahuan dan pendidikan merupakan bekal utama bagi mahasiswa untuk kembali mengabdi dan berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Jayawijaya serta Tanah Papua.
Dari unsur organisasi mahasiswa, Badan Pengurus Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah (IMPT), Nando Kayame, menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan di antara mahasiswa yang tergabung dalam 15 Koordinator Wilayah (Korwil) IMPT.
Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk mempererat solidaritas dan menghindari segala bentuk perpecahan yang dapat melemahkan persatuan organisasi.
“Kita berasal dari Pegunungan Tengah dengan tujuan yang sama, yaitu menuntut ilmu. Karena itu, seluruh mahasiswa di bawah naungan IMPT dan 15 Korwil harus tetap bersatu, saling mendukung, dan menjaga kekompakan demi masa depan bersama,” tegas Nando.
Sementara itu, Badan Pengurus Ikatan Mahasiswa Jayawijaya, Moses Meaga, berharap peringatan HUT ke-18 Asrama Mahasiswa Jayawijaya tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen mahasiswa dalam berorganisasi, meningkatkan prestasi akademik, serta melahirkan generasi muda yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Perayaan HUT ke-18 Asrama Mahasiswa Jayawijaya berlangsung dalam suasana penuh sukacita, kebersamaan, dan kekeluargaan.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara mahasiswa, alumni, pembina, dan organisasi mahasiswa Pegunungan Tengah, tetapi juga menegaskan peran Asrama Mahasiswa Jayawijaya sebagai ruang pembinaan generasi muda.
Asrama diharapkan terus menjadi rumah pembinaan yang mampu membentuk karakter, mempererat persaudaraan, meningkatkan semangat pendidikan, serta mempersiapkan generasi muda Pegunungan Tengah yang berintegritas, berwawasan, berdaya saing, dan siap mengabdi bagi kemajuan Kabupaten Jayawijaya dan Tanah Papua.(Redaksi)

















