Garudapost.id-Saumlaki/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saumlaki resmi menutup rangkaian Pelatihan Dasar (Latsar) bagi lima Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Lapas Kelas III Saumlaki, Selasa (2/6).
Pelatihan Dasar merupakan tahapan wajib yang harus diikuti setiap CPNS sebelum resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Selama pelaksanaan pelatihan, para peserta dibekali berbagai materi penting, mulai dari nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, etika birokrasi, manajemen pemerintahan, hingga aktualisasi pelayanan publik.
Meski dihadapkan pada tantangan letak geografis serta keterbatasan infrastruktur jaringan internet, kelima CPNS Lapas Saumlaki tetap mampu mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan metode Distance Learning (Pembelajaran Jarak Jauh) secara optimal. Mereka juga berhasil menunjukkan kreativitas serta inovasi yang nantinya dapat diterapkan di lingkungan kerja Lapas Saumlaki.
Kepala Lapas Saumlaki, Agung Wibowo, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut menjadi langkah awal yang penting bagi para tunas pemasyarakatan. “Dengan selesainya pelatihan dasar bagi kelima CPNS ini, saya yakin mereka dapat bertransformasi menjadi aparatur sipil negara yang profesional, disiplin, dan memiliki integritas tinggi,” ujarnya.
Kasubsi Kamtib Lapas Kelas III Saumlaki sekaligus mentor CPNS, Melkianus Jempormasse, turut memberikan apresiasi atas semangat dan dedikasi para peserta selama mengikuti pelatihan. Menurutnya, seluruh CPNS menunjukkan perkembangan yang positif selama proses pembelajaran berlangsung. “Sebagai mentor, saya melihat para CPNS mampu mengikuti seluruh tahapan pembelajaran dengan baik. Mereka menunjukkan kesiapan untuk menjadi petugas pemasyarakatan yang profesional, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama dengan baik dalam tim,” ungkapnya.
Pelaksanaan kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai pihak guna mendorong peningkatan kualitas pelayanan serta sumber daya manusia di Lapas Saumlaki. Selain itu, bimbingan dan pengawasan mentor internal turut berperan penting dalam memastikan setiap tahapan pembelajaran berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Salah satu CPNS, Rafi Setiawan, mengungkapkan rasa bangganya setelah berhasil menyelesaikan seluruh proses pelatihan. “Latsar ini membuka pandangan kami bahwa tugas di Lapas bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi juga melaksanakan pembinaan secara humanis. Kami siap mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh untuk membawa perubahan positif bagi organisasi,” ungkapnya.
Di tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi atas capaian yang diraih Lapas Saumlaki. Ia menegaskan bahwa pelatihan tersebut menjadi pondasi mental dan moral yang kuat bagi para petugas baru. “Saya sangat mengapresiasi kegigihan para CPNS yang mampu menyelesaikan Latsar dengan baik meski berada di tengah keterbatasan fasilitas geografis. Buktikan hasil pelatihan ini melalui dedikasi nyata dan loyalitas tinggi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” tegasnya.
Dengan berakhirnya masa pelatihan dasar, para CPNS diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh ke dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Capaian tersebut menjadi bukti komitmen Lapas Kelas III Saumlaki dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, responsif, dan mampu membawa pembaruan positif bagi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.















