KENDARI,Garudapost.id – Upaya pelestarian nilai-nilai luhur di Sulawesi Tenggara memasuki babak baru melalui kolaborasi strategis antara dua organisasi kepemudaan daerah, Angkatan Muda Bumi Anoa (AMBA Sultra) dan Pemuda Pelestari Senjata Pusaka Sulawesi Tenggara (PUTERA).
Kedua lembaga ini berkomitmen untuk berjalan beriringan dalam menjaga, melestarikan, dan mempromosikan warisan budaya 4 Pilar Bumi Anoa.
Dalam kerja sama ini, masing-masing lembaga mengambil peran spesifik sesuai dengan kompetensi dan visi organisasi:
1. Pelestarian Fisik & Nilai Historis: Ketua Umum PUTERA, Bayu Dewa Lumanga, S.H., M.Kn, menegaskan bahwa pihaknya akan berfokus pada peran teknis pelestarian senjata pusaka. Hal ini mencakup identifikasi, perawatan, hingga edukasi mendalam mengenai filosofi yang terkandung dalam senjata tradisional dari empat pilar etnis besar di Sulawesi Tenggara.
2. Promosi & Aktivasi Pemuda: Sementara itu, Ketua Umum AMBA Sultra, Stenly Diover, S.T., akan mengambil garis depan dalam aspek promosi budaya. Fokus utamanya adalah memastikan narasi budaya ini tetap relevan dan menarik bagi generasi muda, serta mengintegrasikannya ke dalam program-program kepemudaan yang lebih luas.
Salah satu langkah konkret dari sinergi ini adalah penetapan materi Pengenalan Senjata Pusaka Leluhur sebagai bagian wajib dalam setiap agenda pengkaderan AMBA Sultra. Dalam setiap kegiatan tersebut, PUTERA akan hadir sebagai mitra resmi untuk memberikan literasi sejarah kepada para kader.
“Kami ingin memastikan bahwa pemuda-pemudi di Sulawesi Tenggara tidak hanya sekadar tahu namanya, tetapi memahami jiwa dan sejarah di balik senjata pusaka kita. Sinergi ini adalah bentuk tanggung jawab moral kami kepada leluhur,” ujar Stenly Diover.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi katalisator bagi pemuda-pemudi di Sulawesi Tenggara untuk lebih aktif terlibat dalam gerakan kebudayaan. Dengan menggabungkan aspek pelestarian (oleh PUTERA) dan promosi (oleh AMBA Sultra), warisan 4 Pilar Bumi Anoa diharapkan dapat terus terjaga eksistensinya di tengah arus modernisasi.
Melalui program yang terukur dan berkelanjutan, AMBA Sultra dan PUTERA optimis bahwa jati diri masyarakat Sulawesi Tenggara yang direpresentasikan melalui senjata pusaka akan tetap menjadi kebanggaan kolektif bagi generasi mendatang.





