Garudapost.id | Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah – Seorang siswi SMK berinisial Bunga (16) mencari perlindungan ke Cak Sam Polda Kalteng. Remaja ini mengaku kesulitan untuk mengakhiri hubungannya dengan pacarnya, Kumbang (22), seorang pekerja batako, karena terus dipaksa dan diancam.
Dalam pengaduannya, Bunga menceritakan bahwa hubungan mereka berawal dari November 2024. Namun, tak lama setelah berpacaran, Kumbang mulai memaksakan kehendak.
“Awalnya diajak ke tempat sewa dengan alasan menenangkan saya, tapi disitu dia memaksa melakukan hal yang tidak diinginkan. Karena merasa terpojok dan takut, saya terpaksa menurut,” curhat Bunga dengan nada sedih.
Saat Bunga berniat memutuskan hubungan, Kumbang menolak dan memberikan syarat yang memberatkan, bahkan meminta barang yang pernah diberikan harus diganti dengan yang baru.
Situasi semakin memburuk ketika Kumbang semakin sering memaksakan kehendak. Bahkan dalam pertemuan terakhir, Bunga diduga diajak ke tempat sewa, diberi makanan/minuman yang membuatnya tidak sadarkan diri, lalu diperlakukan sewenang-wenang.
Puncaknya, ketika Bunga tetap bersikeras ingin putus, Kumbang mengancam akan memesan barang atau paket menggunakan alamat rumah Bunga, sehingga Bunga lah yang harus menanggung biayanya.
“Saya sudah tidak tahan, capek, dan takut. Tolong saya Cak, saya ingin putus darinya,” lapor Bunga.
Menanggapi laporan tersebut, Cak Sam mendatangi lokasi kerja Kumbang untuk memberikan pembinaan dan peringatan keras.
Dalam kesempatan itu, Cak Sam menawarkan penyelesaian hukum, namun Bunga memohon agar masalah ini tidak meluas dan tidak diberitahukan kepada orang tuanya, cukup dengan pemberian peringatan dan permintaan maaf.
Akhirnya, Kumbang menyadari kesalahannya, meminta maaf secara langsung, dan berjanji tidak akan mengganggu serta mengulangi perbuatannya lagi terhadap Bunga.
Narasumber : Cak Sam
Editor : Priadi Garudapost.id



















