WAMENA, Garudapost-– Yayasan Jaring Bumi Baliem (JBB) terus mendorong pengembangan budidaya kopi Arabika sebagai komoditas unggulan di Kabupaten Jayawijaya. Melalui pendampingan secara swadaya, yayasan tersebut membina petani lokal di kawasan pinggiran Kali Elokhora, Distrik Libarek, guna meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis agribisnis.
Ketua Yayasan Jaring Bumi Baliem, Ivensius Alua, mengatakan kopi Arabika memiliki nilai ekonomi tinggi dan sangat potensial dikembangkan di wilayah Papua Pegunungan. Kondisi geografis, iklim pegunungan, serta kesuburan tanah di kawasan Kali Elokhora dinilai sangat ideal untuk menghasilkan kopi berkualitas.
“Pengembangan kopi Arabika menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal melalui pertanian yang berkelanjutan dan berbasis swadaya,” dalam keterangan tersebut disampaikan oleh ketua jbb ivensius alua pada Sabtu (18/juli/2026).
Menurut Ivensius, saat ini JBB tengah mengembangkan kebun kopi seluas 10 hektare dengan populasi sekitar 15.000 pohon kopi Arabika.
Penanaman dilakukan menggunakan jarak tanam 2 x 2 meter agar pertumbuhan tanaman lebih optimal.
Selain menyalurkan bibit hasil persemaian, JBB juga memberikan pendampingan kepada petani mengenai teknik budidaya, mulai dari pemeliharaan tanaman, pemangkasan secara berkala, hingga pengelolaan kebun yang baik.
Pemangkasan dilakukan untuk menjaga keseimbangan pertumbuhan vegetatif dan generatif sehingga cabang produktif mampu menghasilkan buah kopi yang lebih berkualitas.
Di sektor pascapanen, petani didorong menerapkan sistem pengolahan yang lebih higienis, seperti metode semi-washed maupun full-washed tradisional, guna mempertahankan cita rasa khas Kopi Wamena yang dikenal memiliki tingkat keasaman rendah (*low acidity*) dengan aroma floral yang kuat.
Ivensius menjelaskan bahwa seluruh proses budidaya dilakukan secara 100 persen organik tanpa menggunakan pupuk kimia. Kesuburan tanah di sepanjang aliran Kali Elokhora yang mendapat suplai unsur hara alami menjadi keunggulan tersendiri dalam menghasilkan kopi berkualitas tinggi.
Yayasan Jaring Bumi Baliem berkomitmen meningkatkan mutu produksi kopi, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga petani, serta menjaga semangat swadaya, kemandirian, kebersamaan, dan gotong royong masyarakat.
Meski demikian, pengembangan kopi Arabika masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya adalah minimnya regenerasi petani, karena sebagian besar kebun kopi saat ini masih dikelola oleh generasi tua. Selain itu, keterbatasan akses transportasi, peralatan pengolahan modern, dan belum tersedianya rumah produksi menjadi kendala dalam meningkatkan nilai tambah hasil panen.
Karena itu, JBB berharap semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam sektor perkebunan kopi sehingga komoditas unggulan Wamena dapat berkembang secara berkelanjutan dan menjadi sumber pendapatan tetap bagi masyarakat.
Pengembangan kopi Arabika di kawasan Kali Elokhora diharapkan mampu menjadi contoh bagi petani lain di Jayawijaya untuk mengembangkan sektor perkebunan sebagai penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat posisi Kopi Wamena di pasar nasional maupun internasional.(*)















