
Tapanuli Tengahย //ย sumut
Garudapost.idย โ Setelah kurang lebih empat bulan terpaksa melambat akibat hantaman bencana alam yang melanda wilayah Tapanuli Tengah, Perkumpulan Masyarakat Antikorupsi (PERMAK) kini resmi mengakhiri masa jeda.PERMAK menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) krusial yang menandai kembalinya taring pengawasan masyarakat terhadap birokrasi daerah, Bertempat di Sekretariat Pusat, Desa Nauli, Kecamatan Sorkam, Minggu (29/03/2026) .
Rapat ini bukan sekadar pertemuan Rakor biasa ini adalah pernyataan sikap bahwa tidak ada kata kompromi bagi para perampok uang rakyat, Kehadiran struktur inti organisasi menunjukkan soliditas yang tak tergoyahkan, Konsolidasi Kekuatan Lintas Teritorial Gema perlawanan terhadap praktik ketidakadilan selama ini, Anggota PERMAK terpantau hadir di lokasi rapat, merepresentasikan kekuatan rakyat dari Kecamatan Sibabangun, Badiri, Kolang, Sorkam, Pasaribu Tobing, Sosorgadong, Barus, Barus Utara, hingga Andamdewi.
Pucuk pimpinan PERMAK turun langsung memimpin jalannya Rapat koordinasi strategis ini, ketua Umum Maslan Simanjuntak, Wakil Ketua Umum Mhd. Zamzam Pasaribu, Sekjen Rinto Ali Murtopo Purba, Penasehat Asber Manalu, Koor. Pengawasan & Investigasi Supriadi Simamora, Koor. Hukum & Advokasi Bosma Simanjuntak SH, Koor. Organisasi & Keanggotaan Wilson Parulian Hutagalung, Koor. Informasi & Pelaporan Josri Silitonga, Humas Hotmisar Situmeang.

๐ง๐ฎ๐ฟ๐ด๐ฒ๐ ๐จ๐๐ฎ๐บ๐ฎ: ๐๐ผ๐ป๐ด๐ธ๐ฎ๐ฟ ๐ฆ๐ธ๐ฎ๐ป๐ฑ๐ฎ๐น ๐๐ฎ๐ป๐ฎ ๐๐ฒ๐๐ฎ ๐ฎ๐ฌ๐ญ๐ณ-๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฐ
Dalam pernyataannya yang berapi-api,Ketua umum PERMAK menegaskan komitmen Usut tuntas dugaan penyelewengan Dana Desa di Kabupaten Tapanuli Tengah, membedah kembali penggunaan anggaran dari tahun 2017 hingga 2024. karena kita menilai, selama periode tersebut terdapat jurang pemisah yang sangat lebar antara laporan administratif di atas kertas dengan realitas pembangunan di lapangan. “Masyarakat desa telah lama dizalimi oleh oknum-oknum yang memperkaya diri. Dana yang seharusnya menjadi motor kesejahteraan justru menjadi alat perusak tatanan kehidupan desa. Kita tidak akan membiarkan satu rupiah pun uang rakyat menguap tanpa pertanggungjawaban,” tegas ketua umum Maslan Simanjuntak .
Mhd. Zamzam pasaribu selaku wakil ketua umum PERMAK juga menyoroti kinerja Inspektorat Kabupaten Tapanuli Tengah yang dinilai lamban dan “masuk angin”. Terdapat tiga poin krusial yang menjadi sorotan tajam PERMAK yaitu:
* Laporan Jalan di Tempat: Banyak laporan dugaan korupsi yang sudah masuk ke Inspektorat namun belum diproses sama sekali.
* LHP yang Terhambat: Adanya proses audit yang sudah berjalan namun Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tak kunjung diterbitkan, memicu kecurigaan adanya upaya “peti es” kasus.
* Impunitas Kepala Desa: Mirisnya, terhadap kasus yang sudah memiliki LHP dan terbukti ditemukan kerugian negara, hingga saat ini tidak ada sanksi tegas maupun langkah hukum yang diambil terhadap kepala desa yang bersangkutan.
Pernyataan Penutup: “Hukum Harus Tegak!”
Sekjen PERMAK Rinto Ali Murtopo purba memastikan, bahwa pasca rapat koordinasi ini, PERMAKakan melakukan langkah-langkah investigasi yang lebih agresif dan melakukan tekanan melalui jalur hukum serta aksi massa jika diperlukan. PERMAK mendesak agar aparat penegak hukum dan Inspektorat berhenti “bermain mata” dengan para perampok uang rakyat.Tapanuli Tengah sedang mengawasi, dan PERMAK berada di garda terdepan.
Sebelum Rakor berakhir koor.Pengawasan & Investigasi PERMAK Supriadi simamora kembali membakar semangat dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bangkit dan bersatu untuk mengusut tuntas persoalan dana desa.”Bencana alam boleh menjeda langkah kita, tapi tidak akan pernah memadamkan semangat kita melawan korupsi. PERMAK memperingatkan Inspektorat dan pihak terkait, Jangan jadikan birokrasi sebagai tameng untuk melindungi oknum Kades nakal.Dana Desa adalah hak rakyat, bukan ATM pribadi!,” tegas Supriadi Simamora.
PERMAK berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga ke ranah hukum yang lebih tinggi jika tidak ada tindakan nyata dari pemerintah daerah.
Bagi PERMAK, keadilan tidak boleh tertimbun bersama sisa-sisa bencana.
Penulis : (Edi)
Editor : Armend





