Kecelakaan Maut di Stasiun Bekasi Timur, 15 Orang Tewas, Puluhan Luka Luka

Rabu, 29 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi, Garuda Post.id — Kecelakaan tragis terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026, sekitar pukul 20.55 WIB. Hingga hari Selasa 28 April 2026 pukul 13.19 WIB. Insiden ini melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan rangkaian KRL Commuter Line lintas Cikarang. Sedikitnya 15 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.

 

Peristiwa bermula ketika sebuah mobil taksi mogok di perlintasan sebidang dekat stasiun. Kendaraan tersebut kemudian tertemper rangkaian KRL yang melintas, memaksa masinis melakukan pengereman mendadak. KRL pun berhenti dalam posisi yang belum sepenuhnya aman di jalur.

 

Dalam rentang waktu sekitar pukul 20.52 hingga 21.00 WIB, KRL dengan nomor perjalanan PLB5568A relasi Kampung Bandan–Cikarang diketahui sedang berhenti di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur untuk proses naik dan turun penumpang.

 

Namun secara tiba-tiba, KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi melintas dari arah barat dan masuk ke jalur yang sama. Diduga karena jarak yang terlalu dekat serta keterlambatan pengiriman sinyal darurat, tabrakan tidak dapat dihindari.

 

Lokomotif KA Argo Bromo Anggrek menghantam bagian belakang rangkaian KRL dengan keras. Benturan hebat menyebabkan kerusakan parah, terutama terhimpitnya para penumpang pada gerbong bagian belakang. Bahkan, salah satu gerbong khusus wanita dilaporkan mengalami kerusakan paling serius hingga sebagian strukturnya tembus akibat hantaman.

Petugas gabungan dari Basarnas, pemadam kebakaran, dan kepolisian segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi penumpang yang terjebak di dalam rangkaian.

Hingga laporan terakhir, 15 orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, korban luka telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit, termasuk RSUD Kota Bekasi, guna mendapatkan penanganan medis.

 

Pihak berwenang saat ini masih melakukan investigasi mendalam untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk menelusuri kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam insiden tersebut.

Facebook Comments Box

Penulis : Runda_Permana

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Dukcapil Kab. Karawang Hadir Jemput Bola untuk Warga Binaan.
Panyaweuyan selain Wisata ternyata Sentra Pertanian Bawang Merah.
BPOM dan Kemendukbangga Kolaborasi Selamatkan Generasi Muda dari Penyalahgunaan Obat Tertentu
Kepala BPOM Dorong Kolaborasi ABG di i3L University, Langkah Nyata Pengembangan ATMP Nasional
Kurang dari 24 jam, Jasa Raharja Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi
Segala Program BPOM adalah Manifestasi Tanggung Jawab kepada Publik
Kepala BPOM Lantik Pejabat Fungsional, Sang Ujung Tombak Pengawasan Obat Makanan Ibu Pertiwi
Bupati Majalengka Tekankan Sinergi Pusat-Daerah di Hari Otonomi Daerah ke-XXX.

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 17:11

Dukcapil Kab. Karawang Hadir Jemput Bola untuk Warga Binaan.

Rabu, 29 April 2026 - 16:54

Kecelakaan Maut di Stasiun Bekasi Timur, 15 Orang Tewas, Puluhan Luka Luka

Rabu, 29 April 2026 - 15:53

Panyaweuyan selain Wisata ternyata Sentra Pertanian Bawang Merah.

Rabu, 29 April 2026 - 12:42

BPOM dan Kemendukbangga Kolaborasi Selamatkan Generasi Muda dari Penyalahgunaan Obat Tertentu

Rabu, 29 April 2026 - 12:37

Kepala BPOM Dorong Kolaborasi ABG di i3L University, Langkah Nyata Pengembangan ATMP Nasional

Berita Terbaru