Kepala BPOM Dorong Kolaborasi ABG di i3L University, Langkah Nyata Pengembangan ATMP Nasional

Rabu, 29 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id-Jakarta/Kepala BPOM Taruna Ikrar menjadi salah satu pemateri pada kuliah tamu bertajuk “Implementasi Advanced Therapy Medicinal Products (ATMP) di Indonesia melalui kolaborasi ABG” yang diselenggarakan oleh Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L University), Senin (27/4/2026). Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendorong regulasi, inovasi, dan percepatan akses terapi kesehatan berbasis teknologi mutakhir di Indonesia.

Forum yang membahas kesiapan Indonesia dalam pengembangan ATMP ini merupakan hasil kerja sama antara PT Kalbe Farma Tbk dan i3L University. Selain Taruna Ikrar, acara ini juga menghadirkan Prof. Radiyati sebagai narasumber yang memaparkan penelitian terkait osteoarthritis. Kegiatan tersebut juga turut dihadiri oleh pimpinan Kalbe Farma, Rektor i3L, akademisi, mahasiswa, pelaku usaha, dan komunitas kesehatan.

Dalam paparannya, Taruna Ikrar menegaskan pentingnya kolaborasi academia-business-government (ABG) dalam implementasi ATMP. Kolaborasi yang berjalan sinergis dapat meningkatkan layanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.

“Target utama BPOM adalah membantu masyarakat luas dalam ketersediaan obat-obat inovasi. Tapi di lain sisi, akan turut berdampak kepada para industri. Karena niat kami sebagai seorang regulator untuk membantu, untuk melayani, bukan untuk mempersulit dalam proses perizinannya,” ujar Taruna Ikrar.

Pendekatan melalui forum ini dinilai penting untuk memastikan inovasi terapi berbasis gen, sel, dan bioteknologi dapat berkembang lebih cepat. Namun, tetap berada dalam koridor keamanan, efektivitas, dan mutu yang ketat. BPOM juga membuka ruang dialog yang lebih luas dengan stakeholders untuk memperkuat arah pengembangan biofarmasi nasional.

BPOM menerapkan model kolaborasi ABG untuk mengoptimalkan proses riset hingga komersialisasi inovasi kesehatan. Dalam konsep ini, akademisi berperan dalam pengembangan riset dasar dan terapan serta menyiapkan tenaga ahli. Kemudian, industri berkontribusi melalui investasi, pengembangan produk, transfer teknologi, dan pemenuhan standar mutu. Sementara, pemerintah melalui BPOM memberikan pendampingan regulatori agar inovasi tetap sesuai dengan regulasi dan dapat melalui proses evaluasi secara efisien.

“Melalui kolaborasi ABG, kami ingin memastikan pengembangan inovasi kesehatan berjalan terintegrasi dari hulu ke hilir. Dengan dukungan seluruh pihak, setiap inovasi dapat diproses lebih cepat tanpa mengabaikan aspek keamanan dan mutu, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat,” jelas Taruna Ikrar.

Dalam kesempatan tersebut, Taruna juga menyoroti perkembangan global yang menunjukkan percepatan signifikan pada terapi berbasis biologi. Ribuan produk terapi gen, sel, dan asam ribonukleat (RNA) saat ini tengah dikembangkan di berbagai negara. Bahkan, sebagian telah digunakan untuk pasien. Perkembangan ini dinilai membawa dampak langsung bagi masyarakat karena membuka peluang pengobatan yang lebih personal dan presisi, terutama untuk penyakit kronis, kanker, dan kelainan genetik.

BPOM menegaskan bahwa dalam mendukung inovasi tersebut, peran lembaga tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai fasilitator. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh mulai dari tahap penelitian, uji non-klinik dan klinik, hingga pengawasan pasca produksi. Dengan pendekatan ini, masyarakat diharapkan memperoleh akses terhadap terapi inovatif yang tidak hanya modern, tetapi juga terjamin keamanan dan mutunya.

Dari sisi ekonomi, pengembangan ATMP juga dipandang memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan industri kesehatan nasional. Sektor obat dan makanan dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian. Pengembangan ATMP juga membuka peluang investasi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan kemandirian industri farmasi dalam negeri.

BPOM juga menekankan pentingnya percepatan hilirisasi hasil riset perguruan tinggi agar dapat benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat. Melalui kolaborasi ABGC, hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada tahap laboratorium, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk nyata yang tersedia di layanan kesehatan. Pemerintah turut mendukung percepatan ini melalui jalur registrasi yang lebih efisien untuk inovasi tertentu.

Optimisme terhadap penguatan sistem regulasi Indonesia juga didukung oleh pencapaian BPOM sebagai WHO-Listed Authority untuk vaksin. Pengakuan ini menjadi bukti bahwa standar pengawasan obat di Indonesia telah diakui secara global, sekaligus meningkatkan kepercayaan internasional terhadap produk kesehatan nasional.

Meski demikian, pengembangan ATMP masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti kompleksitas produksi, kebutuhan data klinis jangka panjang, serta aspek keamanan yang harus terus dipantau. Hal ini menuntut kesiapan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan, baik dari sisi regulasi, infrastruktur, maupun sumber daya manusia.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang menunjukkan tingginya antusiasme peserta. Berbagai pertanyaan yang muncul mencerminkan besarnya harapan terhadap masa depan terapi berbasis teknologi ini. Dari forum tersebut, terlihat bahwa pengembangan ATMP tidak hanya menjadi agenda inovasi kesehatan, tetapi juga membawa harapan baru bagi masyarakat untuk memperoleh akses pengobatan yang lebih baik di masa depan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dukcapil Kab. Karawang Hadir Jemput Bola untuk Warga Binaan.
Kecelakaan Maut di Stasiun Bekasi Timur, 15 Orang Tewas, Puluhan Luka Luka
Panyaweuyan selain Wisata ternyata Sentra Pertanian Bawang Merah.
Kurang dari 24 jam, Jasa Raharja Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi
Segala Program BPOM adalah Manifestasi Tanggung Jawab kepada Publik
Kepala BPOM Lantik Pejabat Fungsional, Sang Ujung Tombak Pengawasan Obat Makanan Ibu Pertiwi
Bupati Majalengka Tekankan Sinergi Pusat-Daerah di Hari Otonomi Daerah ke-XXX.
Kepala LLDikti Sumut Diperiksa Kasus Korupsi KIP Mahasiswa Miskin @Mahasiswa Demo Kejatisu

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 17:11

Dukcapil Kab. Karawang Hadir Jemput Bola untuk Warga Binaan.

Rabu, 29 April 2026 - 16:54

Kecelakaan Maut di Stasiun Bekasi Timur, 15 Orang Tewas, Puluhan Luka Luka

Rabu, 29 April 2026 - 15:53

Panyaweuyan selain Wisata ternyata Sentra Pertanian Bawang Merah.

Rabu, 29 April 2026 - 12:37

Kepala BPOM Dorong Kolaborasi ABG di i3L University, Langkah Nyata Pengembangan ATMP Nasional

Rabu, 29 April 2026 - 08:04

Kurang dari 24 jam, Jasa Raharja Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi

Berita Terbaru