Garudapost.id-Geser/ Dalam upaya proaktif deteksi dini penyakit menular guna peningkatan kualitas kesehatan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser mengambil langkah konkret melalui sinergi apik bersama Puskesmas Perawatan Geser guna menggelar pemeriksaan kesehatan menyeluruh serta skrining penyakit menular bagi petugas dan warga binaan, kamis (07/05). Langkah preventif ini difokuskan pada skrining Tuberculosis (TB) bagi petugas dan skrining Human Immunodeficiency Virus (HIV) bagi warga binaan serta pemeriksaan kesehatan umum gratis.
Sinergitas ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan petugas tetap prima dalam melaksanakan tugas, sekaligus memberikan hak pelayanan kesehatan yang layak bagi warga binaan di Lapas Geser.
Pelaksana Harian (Plh) Kasubsi Pembinaan Lapas Geser, M. Yusuf Kilkoda, menegaskan bahwa kesehatan lingkungan Lapas adalah prioritas utama. “Ini adalah bentuk komitmen kami dalam melakukan deteksi dini. Kita ingin lingkungan Lapas tetap sehat, petugas prima, dan warga binaan mendapatkan hak kesehatannya dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kesehatan Puskesmas Perawatan Geser, M. Isnain Ngadja, menyampaikan apresiasinya atas sinergitas ini dan mendukung penuh langkah Lapas Geser dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan.
“Skrining TB dan HIV ini sangat krusial untuk mencegah penyebaran yang dinilai sangat cepat, terutama di tempat padat seperti lapas. Oleh karena itu, kerjasma ini dilakukan guna deteksi dini melalui skrining. Upaya ini bertujuan meningkatkan derajat kesehatan petugas maupun warga binaan agar terhindar dari penyakit menular. Selain itu, kami juga mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis, seperti tekanan darah dan gula darah,” ujar Isnain.
Isnain menambahkan, pemeriksaan menyeluruh saat ini juga didasari pada temuan dua suspek TB pada warga binaan dari hasil skrining November 2025, yang program pengobatannya berakhir 11 Mei mendatang. Langkah ini tentu bertujuan untuk memastikan kesehatan petugas dan warga binaan dalam keadaan baik dan tidak adanya penularan baru.
“Dari hasil Scrining HIV yang telah dilakukan pada enam warga binaan secara keseluruhan menunjukkan hasil analisa Negatif sedangkan untuk sampel sputum petugas akan segera kami periksa di laboratorium Puskesmas Perawatan Geser, jika ditemukan kasus baru, akan langsung kami koordinasikan untuk ditindaklanjuti dengan pengobatan rutin,” jelasnya.
Teridentifikasinya status kesehatan peserta skrining menjadi poin positif dalam upaya pencegahan dini yang dilakukan oleh Lapas Geser. Hal ini menjadi upaya preventif yang efektif demi terciptanya kondisi kesehatan yang prima di lingkungan Lapas Geser. Lebih lanjut, Sinergitas antara Lapas Geser dan Puskesmas Perawatan Geser diharapkan dapat terus terjalin untuk pelayanan kesehatan yang berkelanjutan.






