Garudapost.id-Ambon/ Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Ambon melaksanakan koordinasi pembahasan penguatan kerja sama pembinaan rohani dan pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan dan Anak Binaan Pemasyarakatan bersama Sinode Gereja Protestan Maluku, Kamis (7/5), bertempat di Kantor Sinode GPM, Ambon.
Kegiatan koordinasi tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, bersama Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan, Catherian V. Picauly, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Zulkifli Bintang, serta seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Kota Ambon. Pertemuan juga dihadiri Ketua MPH Sinode GPM, Pdt. S. I. Sapulette.
Koordinasi tersebut membahas langkah bersama dalam memperkuat pembinaan mental, spiritual, dan kepribadian bagi Warga Binaan dan Anak Binaan Pemasyarakatan melalui program pembinaan rohani yang berkelanjutan serta sinergi antarinstansi.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro menyampaikan bahwa pembinaan rohani memiliki peran penting dalam proses pembentukan karakter dan perubahan perilaku warga binaan.
“Pembinaan rohani menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun karakter serta meningkatkan kesadaran diri warga binaan dan anak binaan. Melalui kerja sama yang baik dengan Sinode GPM, kami berharap proses pembinaan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak positif bagi mereka saat kembali ke masyarakat,” ujar Ricky.
Sementara itu, Ketua MPH Sinode GPM, Pdt. S. I. Sapulette menyambut baik sinergi yang dibangun bersama jajaran pemasyarakatan di Maluku.
“Kami mendukung penuh program pembinaan rohani bagi warga binaan dan anak binaan pemasyarakatan. Pendampingan spiritual sangat penting untuk membangun harapan, perubahan hidup, dan kesiapan mereka kembali diterima di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Ambon, Manuel Yenusi mengatakan koordinasi ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas pembinaan di LPKA Ambon.
“LPKA Ambon terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada kedisiplinan, tetapi juga pembentukan mental, moral, dan spiritual anak binaan. Kolaborasi bersama Sinode GPM diharapkan mampu memberikan pembinaan yang lebih humanis dan berkelanjutan,” kata Manuel.
Melalui koordinasi tersebut, LPKA Ambon bersama jajaran pemasyarakatan dan Sinode GPM berharap tercipta kerja sama yang semakin erat dalam mendukung proses pembinaan yang efektif, humanis, dan berorientasi pada pemulihan kepribadian warga binaan dan anak binaan pemasyarakatan.






