Garudapost.id-Bandanaira/ Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan melalui berbagai program edukatif dan religius. Salah satu upaya yang kini rutin dilaksanakan ialah Program Pembelajaran Iqra sebagai sarana penguatan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus pembinaan mental spiritual bagi Warga Binaan, Kamis (7/5).
Kegiatan yang berlangsung di Musala At-Taubah Lapas Bandanaira tersebut diikuti oleh Warga Binaan dengan penuh antusias. Program belajar Iqra difokuskan bagi Warga Binaan yang masih berada pada tahap dasar dalam mengenal huruf hijaiyah dan membaca Al-Qur’an. Pembelajaran dilakukan secara bertahap dengan metode sederhana, interaktif, dan menyesuaikan kemampuan masing-masing peserta.
Pelaksana Harian Kepala Lapas Bandanaira, Amier Azan, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang bertujuan membentuk karakter Warga Binaan menjadi pribadi yang lebih baik, religius, dan memiliki semangat perubahan diri selama menjalani masa pidana.
”Program belajar Iqra ini tidak hanya mengajarkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi media pembinaan mental dan spiritual agar Warga Binaan memiliki bekal moral serta kepribadian yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pembinaan berbasis keagamaan memiliki peran penting dalam menciptakan suasana pembinaan yang humanis dan kondusif di dalam Lapas. Melalui pendekatan spiritual, diharapkan Warga Binaan dapat meningkatkan kesadaran diri, memperbaiki perilaku, serta menumbuhkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.
Program pembelajaran Iqra tersebut juga mendapat dukungan dari peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang turut terlibat dalam proses pendampingan belajar. Salah satu peserta magang, Lelasari Nurhadi, menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap semangat belajar dan perubahan perilaku Warga Binaan.
”Melalui kegiatan ini kami melihat antusiasme Warga Binaan cukup tinggi dalam belajar membaca Al-Qur’an. Program ini menjadi bukti bahwa Lapas tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran dan pembentukan karakter yang lebih baik,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu Warga Binaan, Adi, mengaku merasa terbantu dan termotivasi dengan adanya program belajar Iqra yang dilaksanakan secara rutin di dalam Lapas.
”Saya merasa senang karena di sini kami diberi kesempatan belajar mengaji dari dasar. Awalnya saya belum mengenal dan melafalkan huruf hijaiyah dengan baik, tetapi sekarang sudah mulai bisa membaca perlahan. Semoga ilmu ini bisa menjadi bekal yang baik untuk kehidupan saya ke depan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Bandanaira mendorong terwujudnya lingkungan Pemasyarakatan yang lebih humanis, edukatif, dan bermakna bagi Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan.






