Garudapost.id-Langgur/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), jajaran Lapas Tual bersama Warga Binaan berhasil melakukan panen raya sayur sawi sebanyak 26 kilogram di lahan produktif milik Lapas, Kamis (07/05).
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, menyatakan bahwa keberhasilan panen ini merupakan bukti bahwa keterbatasan ruang bukan menjadi penghalang untuk tetap produktif. “Panen 26 kg sawi ini adalah langkah konkret kami dalam memperkuat stok pangan lokal, khususnya untuk konsumsi internal di dalam Lapas. Kami ingin menunjukkan bahwa warga binaan memiliki potensi besar untuk berkontribusi positif bagi masyarakat melalui keterampilan yang mereka dapatkan di sini,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Binadik dan Giatja, Iswan Ternate, menjelaskan bahwa kegiatan perkebunan ini merupakan bagian integral dari proses integrasi warga binaan sebelum kembali ke masyarakat. “Fokus utama kami adalah pada aspek pembinaan mental dan kedisiplinan. Melalui kegiatan bercocok tanam, para warga binaan belajar mengenai ketekunan dan tanggung jawab. Hasil 26 kg sawi ini membuktikan bahwa pembinaan yang kami lakukan berjalan efektif dan berdampak langsung pada kesejahteraan mereka selama di dalam,” ungkapnya.
Teknis pelaksanaan di lapangan dipantau langsung oleh Kasubsi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja), L. Laitera. Ia menambahkan bahwa pemilihan komoditas sawi didasarkan pada masa tanam yang relatif singkat namun memiliki nilai gizi yang tinggi. “Kami mengarahkan warga binaan untuk mengelola lahan dari mulai penyemaian bibit, perawatan, hingga masa panen seperti hari ini. Hasil panen ini nantinya akan didistribusikan ke dapur Lapas untuk pemenuhan gizi warga binaan, dan sebagian lagi sebagai bukti capaian target kerja subseksi kami dalam menghasilkan produk yang bermanfaat,” jelasnya.
Kegiatan panen berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para warga binaan. Program ini diharapkan terus berlanjut dengan komoditas pertanian lainnya, sehingga Lapas Tual dapat menjadi institusi yang mandiri secara pangan sekaligus mencetak tenaga kerja yang terampil di bidang pertanian.






