Garudapost.id-Geser/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser berpartisipasi aktif dalam kegiatan penanaman pohon mangrove di pesisir pantai sekitar area kantor Lapas, Rabu (2/9). Aksi peduli lingkungan ini digelar dalam rangka menyambut HUT ke-81 TNI Kodam XV/Pattimura yang diinisiasi oleh Koramil Geser.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, bersama jajaran pejabat struktural, pegawai, dan peserta magang. Turut hadir dalam aksi tersebut jajaran Forkopimcam Seram Timur, Raja Negeri Geser, Suilani Kelian, Kapolsek Seram Timur, Iptu Mothahar Solissa, Kepala UPP Geser, Iwan Suatkap, serta seluruh stakeholder se-Kecamatan Seram Timur.
Aksi lingkungan ini diawali dengan apel bersama dan pengarahan singkat oleh Wakil Danramil Geser, Serka A. M. Tella, dengan didampingi unsur pimpinan Forkopimcam. Setelah doa bersama yang dipimpin oleh Penyuluh Agama, KUA Seram Timur, Ibrahim Rumonin, seluruh peserta langsung bergerak menyisir daerah pesisir pantai di sekitar Lapas Geser untuk menanam bibit pohon mangrove.
Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda dalam penjelasannya mengatakan, selain untuk menyemarakkan Hut TNI ke 81 kodam pattimura, Kegiatan ini juga merupakan upaya strategis pencegahan pengikisan oleh air laut (Abrasi) terhadap area sekitar kantor Lapas Geser dengan cara penanaman bibit pohon mangrove di sekitar area kantor Lapas Geser yang tembok dan bangunannya sering terjadinya pengikisan oleh air laut akibat peristiwa banjir air laut (Rob).
“Kami terus melakukan langkah-langkah antisipatif terhadap kondisi Bangunan Lapas Geser yang posisinya dikelilingi air laut. Ketika air pasang, air laut sering kali merembes masuk. Disamping itu, kondisi fisik bangunan Lapas yang sudah termakan usia dan tidak layak menuntut kewaspadaan ekstra, terutama saat cuaca buruk dan angin kencang. Kami berharap penanaman bibit pohon mangrove ini dapat membantu menghambat pengikisan air laut terhadap area Lapas Geser,” ungkap Kalapas.
Lebih lanjut, Kalapas juga berharap kondisi geografis dan fisik bangunan yang rentan ini dapat menjadi perhatian bersama. Ia mendorong agar rencana relokasi Lapas Geser ke Ibu Kota Kabupaten Seram bagian Timur di Bula dapat segera terealisasi demi keamanan dan pelayanan yang lebih optimal.
Di tempat yang sama, Wadanramil Geser, Serka A. M. Tella, menegaskan bahwa penanaman mangrove ini merupakan wujud keterpaduan TNI bersama instansi pemerintah dan masyarakat dalam menjaga ekosistem kawasan pesisir. “Melalui peringatan HUT TNI ini, kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi kelestarian alam Geser, sekaligus membantu memperkuat benteng alamiah dari abrasi pantai,” tuturnya.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh Raja Negeri Geser, Suilani Kelian, yang mengapresiasi kolaborasi lintas instansi tersebut. Menurutnya, penanaman mangrove tidak hanya melindungi area Lapas, tetapi juga memberikan perlindungan lingkungan jangka panjang bagi pemukiman warga sekitar dari bahaya pengikisan garis pantai. “Sinergi seperti inilah yang dibutuhkan untuk memastikan wilayah pesisir kita tetap aman dan lestari,” ujarnya.
Selain itu, aksi peduli lingkungan ini mendapat respons positif peseerta magang Lapas Geser, Riska Amelia Putri Rumakway. Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah konkret dalam menjaga ekosistem pesisir, sekaligus memberikan pengalaman berharga mengenai pentingnya menjaga keseimbangan alam.
“Kegiatan ini menjadi pengalaman lapangan yang sangat berharga bagi kami. Selain mencegah abrasi, mangrove yang ditanam nantinya akan menjadi habitat bagi berbagai jenis biota laut. Aksi bersama ini menunjukkan sinergi nyata dalam menjaga lingkungan untuk generasi mendatang, yang juga berdampak langsung pada keamanan Lapas serta keselamatan masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Melalui sinergi antara Lapas Geser, TNI, seluruh stakeholder se-Kecamatan Seram Timur, dan para peserta magang, aksi lingkungan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam menjaga ekosistem pesisir Pulau Geser dari ancaman abrasi.




























