Garudapost.id-Piru/Penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi perhatian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru melalui keikutsertaan lima jajaran dalam Uji Kompetensi Profilling Aparatur Sipil Negara (Pro ASN) yang berlangsung di Upt Badan Kepegawaian Negara (BKN) Ambon, Selasa (1/9). Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pemetaan kompetensi dan pengembangan manajemen talenta ASN.
Lima peserta dari Lapas Piru yang mengikuti kegiatan tersebut yakni Hery Kusbandono selaku Kepala Lapas Kelas IIB Piru, Hendro Suatrian selaku Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban, Muh Ramdhan Basir selaku Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja, Arifin Arief selaku Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, serta Hairun Rahila selaku Kepala Subbagian Tata Usaha.
Uji Kompetensi ProASN diikuti oleh 27 peserta yang berasal dari berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku. Pelaksanaan kegiatan menjadi momentum bagi para peserta untuk memetakan kompetensi dan potensi ASN sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia yang lebih terarah.
Hery menyampaikan bahwa keikutsertaannya bersama jajaran merupakan kesempatan untuk mengukur kemampuan sekaligus melihat ruang pengembangan kompetensi yang masih dapat ditingkatkan.
“Uji kompetensi ini bukan sekadar proses penilaian, tetapi menjadi kesempatan bagi kami untuk mengetahui sejauh mana kompetensi yang dimiliki dan apa yang perlu dikembangkan agar pelaksanaan tugas ke depan semakin efektif,” ujar Hery.
Sementara itu, Hairun Rahila menilai hasil uji kompetensi dapat menjadi pijakan bagi pegawai untuk terus meningkatkan kapasitas sesuai tuntutan pekerjaan dan perkembangan organisasi.
“Setiap hasil yang diperoleh dari proses ini harus menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan memberikan kontribusi yang lebih baik sesuai tugas masing-masing,” ungkapnya.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, menegaskan bahwa penguatan kompetensi ASN memiliki peran penting dalam membangun manajemen talenta yang objektif dan berkelanjutan.
“Manajemen talenta membutuhkan data dan pemetaan kompetensi yang akurat. Karena itu, ProASN menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan pengembangan karier dan penempatan ASN dilakukan berdasarkan kompetensi, potensi, dan kebutuhan organisasi,” jelas Ricky.
Keikutsertaan jajaran Lapas Piru diharapkan dapat mendukung terbentuknya sumber daya manusia Pemasyarakatan yang semakin profesional, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan organisasi di masa mendatang.




























