Garudapost.id-Piru/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru terus mengembangkan pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian. Sebanyak 100 pohon pepaya California ditanam Warga Binaan di lahan pertanian Lapas Piru, Senin (31/8), sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia.
Kegiatan penanaman dilakukan oleh Warga Binaan dengan pendampingan petugas. Pepaya California dipilih sebagai salah satu komoditas yang dikembangkan untuk menambah dan memperkuat sektor pertanian yang sebelumnya sudah berjalan di lingkungan Lapas.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Ode Mustafa, mengatakan penanaman tersebut merupakan langkah lanjutan dalam mengembangkan potensi lahan pertanian agar dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Penanaman 100 pohon pepaya California ini merupakan pengembangan dari tanaman yang sebelumnya sudah kami budidayakan. Kami ingin kegiatan pertanian ini terus berkembang sehingga lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dan menghasilkan,” ujar Mustafa.
Keterlibatan Warga Binaan dalam proses penanaman juga menjadi bagian penting dari pembinaan kemandirian. Selain memperoleh pengalaman praktis dalam bercocok tanam, Warga Binaan didorong untuk memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Salah seorang Warga Binaan berinisial M mengaku senang dapat terlibat langsung dalam kegiatan pertanian tersebut. Menurutnya, aktivitas bercocok tanam memberikan pengalaman baru sekaligus membuat waktu selama menjalani pembinaan menjadi lebih produktif.
“Menanam seperti ini membuat kami bisa belajar cara merawat tanaman dan bekerja bersama. Kami berharap pohon yang ditanam bisa tumbuh subur dan nantinya menghasilkan buah,” ungkap M.
Kepala Lapas Kelas IIB Piru, Hery Kusbandono, menegaskan bahwa pengembangan pertanian merupakan bagian dari komitmen Lapas dalam menghadirkan program pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan.
“Kami terus mendorong agar setiap potensi yang ada di Lapas dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif. Melalui pertanian, Warga Binaan tidak hanya diarahkan untuk aktif berkegiatan, tetapi juga mendapatkan keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah selesai menjalani masa pidana,” tutur Hery.
Penanaman 100 pohon pepaya California ini diharapkan dapat memperluas hasil budidaya pertanian Lapas Piru sekaligus mendukung keberlanjutan program pembinaan kemandirian. Ke depan, pengelolaan lahan pertanian akan terus dikembangkan dengan melibatkan Warga Binaan secara aktif dan terarah.



























