Pasca Konsumsi MBG, Puluhan Siswa Kisaran Sakit — Pihak RS: Penyebab Masih Diselidiki

Senin, 14 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUDAPOST.ID SUMUT

KISARAN – Puluhan pelajar dari MTs Negeri 2 Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, terpaksa dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) sejumlah rumah sakit pada Senin (14/9/2026). Para siswa tersebut mengalami keluhan kesehatan mendadak setelah mengonsumsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.

Berdasarkan pantauan di lapangan sekitar pukul 15.00 WIB, terlihat sejumlah ambulans dan kendaraan pribadi berdatangan silih berganti membawa siswa-siswi yang tampak lemas dan kesakitan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka tersebar mendapatkan penanganan di empat fasilitas kesehatan, yaitu RSUD Haji Abdul Manan Simatupang (HAMS), RS Setio Husodo, RS Wira Husada, dan Rumkitban Kisaran.

Gejala Fisik: Mual, Muntah, dan Sakit Perut

Plt Direktur RSUD HAMS Kisaran, dr. Eka Wilda Sari, membenarkan adanya lonjakan pasien dari kalangan pelajar MTsN di rumah sakit yang dipimpinnya. Hingga saat dikonfirmasi, tercatat sebanyak 13 siswa telah ditangani di RSUD HAMS.

“Ada masuk pasien dari MTsN. Keluhannya bervariasi, mulai dari sakit perut, mual, sakit kepala, hingga muntah,” ujar dr. Eka.

Ia menjelaskan bahwa seluruh pasien saat ini masih dalam tahap observasi ketat dan mendapatkan perawatan suportif. Namun, pihak rumah sakit belum dapat menyimpulkan secara pasti apakah gejala tersebut disebabkan oleh keracunan makanan atau faktor lain.

“Sampai saat ini belum bisa dipastikan terkait apa penyebabnya. Kita tak tahu apakah ini keracunan atau bukan, saya tak berani bilang. Tetap dilakukan pemantauan dulu,” tegasnya.

Penyebab Masih Misterius

Meskipun waktu kejadian berdekatan dengan jadwal konsumsi MBG di sekolah, pihak medis masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan korelasi antara makanan tersebut dengan kondisi para siswa.

Investigasi lanjutan juga diperlukan untuk menelusuri sumber masalah, apakah berasal dari proses pengolahan, distribusi, atau faktor kebersihan individu.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi para siswa masih dipantau intensif oleh tim medis. Pihak sekolah dan dinas terkait diduga akan segera melakukan klarifikasi serta evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

Facebook Comments Box

Penulis : S Tarigan

Editor : S Tarigan

Berita Terkait

BPBD Toba Akui Keterbatasan SDM dan Peralatan Tangani Bencana
Dinas Pertanian Toba Siapkan Aturan Tertib Tanam, 16 Kecamatan Jadi Sasaran Sosialisasi
Baru Tiga Hari Diaspal, PPK Jalan Lapen Sitinjak Diminta Jelaskan Tahapan Pekerjaan
Proyek Jalan Lapen di Dusun Sitinjak Disorot, Papan Informasi Tak Terlihat
Sengketa Lahan Turun-Temurun Picu Perusakan 13 Rumah di Humbahas, Polisi Ungkap Motif
Hasil Patroli Polsek STM Hilir di Talun Kenas & Gunung Rintih: Zona Bebas Judi dan Narkoba
Perkuat Keamanan Lingkungan, Bhabinkamtibmas Sambangi Poskamling Warga
Pemkab Toba Siapkan 500 Hektare Lahan untuk Pengembangan Bawang Putih
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 20:07

BPBD Toba Akui Keterbatasan SDM dan Peralatan Tangani Bencana

Senin, 14 September 2026 - 20:46

Dinas Pertanian Toba Siapkan Aturan Tertib Tanam, 16 Kecamatan Jadi Sasaran Sosialisasi

Senin, 14 September 2026 - 18:25

Pasca Konsumsi MBG, Puluhan Siswa Kisaran Sakit — Pihak RS: Penyebab Masih Diselidiki

Senin, 14 September 2026 - 14:48

Baru Tiga Hari Diaspal, PPK Jalan Lapen Sitinjak Diminta Jelaskan Tahapan Pekerjaan

Senin, 14 September 2026 - 13:48

Proyek Jalan Lapen di Dusun Sitinjak Disorot, Papan Informasi Tak Terlihat

Berita Terbaru

Sumatra Utara

BPBD Toba Akui Keterbatasan SDM dan Peralatan Tangani Bencana

Selasa, 15 Sep 2026 - 20:07