Germas PMKRI Jayawijaya Soroti Kehadiran TNI Nonorganik di Walaik, Minta Langkah Persuasif Cegah Konflik

Minggu, 1 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAMENA, GARUDAPOST.ID – Gerakan Mahasiswa (Germas) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jayawijaya Santo Fransiskus Asisi, melalui Erinus Elopere, menyoroti kehadiran aparat TNI nonorganik di Distrik Walaik, khususnya Kampung Elarek, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.

Germas PMKRI menilai kehadiran aparat TNI nonorganik di wilayah tersebut telah menimbulkan keresahan dan berdampak terhadap kondisi psikologis masyarakat setempat. Kehadiran aparat dengan perlengkapan persenjataan dan atribut militer lengkap disebut membuat sebagian masyarakat merasa takut dan tidak leluasa menjalankan aktivitas sehari-hari.

Pernyataan tersebut disampaikan Er nus Elopere dalam keterangannya kepada wartawan di Wamena, Minggu (1/11/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia meminta pemerintah distrik, pemerintah kampung, serta pihak keamanan segera mengambil langkah komunikasi dan pendekatan persuasif guna mencegah situasi berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan, keberadaan aparat TNI nonorganik di wilayah Distrik Walaik mulai terpantau sejak Minggu, 25 Oktober 2026. Aparat disebut bermalam di Kampung Elarek sebelum kemudian bergeser ke Kampung Pabilo pada Kamis, 29 Oktober hingga 31 Oktober 2026.

Ia juga menyebutkan bahwa perkembangan situasi di wilayah tersebut telah memunculkan berbagai reaksi di tengah masyarakat. Bahkan, menurut keterangannya, sebagian warga sipil memilih berpindah dari Kampung Pabilo menuju Kampung Elarek karena situasi yang berkembang.

Lebih lanjut, Erinus menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, kehadiran TNI nonorganik tersebut disebut berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Namun, ia meminta agar rantai komando dan dasar penugasan aparat tersebut dapat dijelaskan secara terbuka oleh pihak berwenang.

Atas kondisi tersebut, ia meminta pimpinan Distrik Walaik beserta seluruh jajaran pemerintahan di bawahnya agar meneruskan aspirasi masyarakat kepada pihak berwenang dan instansi terkait sehingga persoalan tersebut dapat segera memperoleh perhatian.

Selain itu, ia mengajak mahasiswa dan pelajar dari wilayah Welesi, Walaik, Napua, dan Pelebaga (WEWANAP), bersama mahasiswa, pemuda, serta masyarakat asal Distrik Walaik yang sedang menempuh pendidikan di Kota Studi Wamena, untuk mengambil langkah konkret dalam merespons situasi tersebut.

Menurutnya, mahasiswa dan pemuda perlu membangun komunikasi, melakukan konsolidasi, serta menyampaikan pernyataan sikap melalui konferensi pers maupun langkah-langkah advokasi lainnya agar persoalan di Distrik Walaik dapat memperoleh perhatian berbagai pihak.

Ia juga mengingatkan pentingnya mencegah potensi konflik horizontal yang dikhawatirkan dapat meluas, termasuk ketegangan yang disebut berkaitan dengan masyarakat Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, dan Distrik Walaik, Kabupaten Jayawijaya.

“Kami berharap semua pihak dapat mengambil langkah cepat dan bijaksana agar situasi tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar serta tidak menimbulkan korban di tengah masyarakat sipil,” demikian pesan yang disampaikan Erinus.

Lebih lanjut, ia meminta Kepala Kampung Elarek bersama aparat kampung, Lembaga Masyarakat Desa (LMD), tokoh masyarakat, dan seluruh unsur pemerintahan setempat agar segera mengambil bagian dalam membangun komunikasi dengan pihak keamanan.

Salah satu langkah yang diusulkan ialah mengupayakan audiensi dan dialog langsung dengan aparat TNI nonorganik yang berada di Kampung Elarek.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menyampaikan aspirasi masyarakat, memperoleh kejelasan mengenai keberadaan aparat, serta mencari solusi bersama yang mengutamakan keselamatan warga sipil.

Germas PMKRI berharap pemerintah daerah, pemerintah distrik, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh masyarakat, mahasiswa, dan seluruh elemen masyarakat dapat mengedepankan dialog, komunikasi, serta pendekatan kemanusiaan demi menjaga keamanan dan ketenteraman masyarakat di Distrik Walaik, Kabupaten Jayawijaya.(*)

Facebook Comments Box

Penulis : Julianus surabut

Editor : Adminpapua

Sumber Berita: https//:Garudapost.id

Berita Terkait

AMPTPI Gelar Konferensi Cabang IV di Jayawijaya, Usung Tema “Bersatu Selamatkan Papua”
STIPER Petra Baliem Wamena Wisuda 70 Sarjana, Dorong Pengembangan Pertanian Organik
Kepala LLDIKTI XIV Dorong Penguatan Perguruan Tinggi di Papua Pegunungan: Anak Papua Harus Maju dari Tanah Sendiri
Menagih Janji Otsus Papua Barat: Anggaran Triliunan, Kesejahteraan OAP Dipertanyakan
Ketua KNPI Lanny Jaya Dukung Perda Masyarakat Adat, Dorong Proses Dipercepat
Embun Pegunungan Papua dan Foker LSM Papua identifikasi Sembilan Wilayah Adat Lanny Jaya
BP3OKP PAPUA PRODUKTIF DAN DINAS KOPERASI-UKM PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN SINKRONKAN PROGRAM STRATEGIS UNTUK PERKUAT EKONOMI DAN TEKAN KEMISKINAN EKSTREM
Darurat Asap dan Kesehatan, Aktivis Desak Pemprov Papua Pegunungan Bentuk Satgas Kebakaran Hutan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 12:00

Germas PMKRI Jayawijaya Soroti Kehadiran TNI Nonorganik di Walaik, Minta Langkah Persuasif Cegah Konflik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:33

AMPTPI Gelar Konferensi Cabang IV di Jayawijaya, Usung Tema “Bersatu Selamatkan Papua”

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:09

STIPER Petra Baliem Wamena Wisuda 70 Sarjana, Dorong Pengembangan Pertanian Organik

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:59

Kepala LLDIKTI XIV Dorong Penguatan Perguruan Tinggi di Papua Pegunungan: Anak Papua Harus Maju dari Tanah Sendiri

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:16

Menagih Janji Otsus Papua Barat: Anggaran Triliunan, Kesejahteraan OAP Dipertanyakan

Berita Terbaru