Geng Motor “Olahraga Malam” di Delitua, Biliar Jadi Korban, Stik Tak Sempat Melawan

Senin, 30 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id // Sumut

Medan – Suasana santai di sebuah tempat biliar di Jalan Besar Delitua mendadak berubah jadi “arena olahraga ekstrem” dini hari, Sabtu (28/3/2026). Bukan turnamen biliar, melainkan kedatangan tamu tak diundang: rombongan geng motor yang jumlahnya bikin absen RT terasa sepi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekitar 50 orang datang dengan suara knalpot yang lebih berisik dari bola biliar jatuh bareng satu meja. Tanpa basa-basi, mereka langsung menyerbu lokasi. Dua pemuda yang awalnya duduk santai di depan ruko langsung upgrade mode: dari “nongkrong” ke “lari tercepat”.

Pengunjung lain tak mau kalah, spontan naik ke lantai dua. Mungkin berharap ada hadiah keselamatan bagi yang paling cepat sampai atas.

Penjaga biliar, Fadhilah Irfa Daulay (24), yang awalnya sibuk merapikan stik, harus menyaksikan stik-stik tersebut gagal menunjukkan kemampuan bela diri.

“Datang langsung menyerang, semua dipukul tanpa pandang bulu,” ujarnya.

Tak hanya “berolahraga” dengan manusia, geng tersebut juga mencoba “sparring” dengan benda mati. Tiga sepeda motor rusak, kaca dan fasilitas biliar jadi sasaran lemparan batu dan botol. Bahkan ditemukan anak panah—yang entah ini mau main biliar atau ikut olimpiade panahan.

Satu sepeda motor sempat dicoba dibawa kabur, tapi tampaknya pelaku lupa bawa “skill unlock”, sehingga motor ditinggalkan tak jauh dari lokasi.

Fadhilah memastikan para korban hanyalah pengunjung biasa yang datang untuk melepas penat, bukan untuk ikut audisi film laga.

“Yang main di sini biasa saja, baru pulang kerja. Nggak ada masalah,” katanya.

Sementara itu, pihak kepolisian masih belum memberikan keterangan resmi. Diduga, mereka juga masih mencerna apakah ini kasus kriminal atau “kompetisi olahraga campuran” tanpa izin.

Yang jelas, warga berharap jika mau olahraga, geng tersebut bisa memilih cabang yang lebih aman misalnya catur, atau minimal biliar tanpa lempar-lemparan.

 

Penulis : (S Tarigan)

Editor : Armend

Berita Terkait

Minggu Kasih di Gereja HKBP Stabat, Kapolres Langkat Ajak Jemaat Bersama Jaga Kamtibmas
Walikota Rico Waas di Merdang Merdem, Jaga Persatuan & Doakan Kabut Asap Segera Berlalu
Arus Peti Kemas PMT Catat 535.494 TEUs, Naik 4 Persen Hingga September 2026
Berangkat Dari Kebutuhan Masyarakat, Pelindo Dukung Perluasan Akses Pendidikan di Belawan, Selaras Dengan Asta Cita
PT Prima Multi Terminal Bagikan Masker kepada Pegawai Cegah Dari Paparan Kabut Asap 
BNCT dan Mitra Strategis Letakkan Fondasi Pendidikan Bagi Generasi Muda Belawan, Melalui Inisiatif Classrooms of Hope 
Pelindo, DP World Foundation Dan Pemkot Medan Berkolaborasi Bangun Sekolah untuk Anak-anak Belawan
Pelindo Regional 1 Dukung Pembangunan SMP di Belawan, Perkuat Akses Pendidikan bagi Generasi Muda
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:24

Minggu Kasih di Gereja HKBP Stabat, Kapolres Langkat Ajak Jemaat Bersama Jaga Kamtibmas

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:20

Walikota Rico Waas di Merdang Merdem, Jaga Persatuan & Doakan Kabut Asap Segera Berlalu

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:02

Arus Peti Kemas PMT Catat 535.494 TEUs, Naik 4 Persen Hingga September 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:11

Berangkat Dari Kebutuhan Masyarakat, Pelindo Dukung Perluasan Akses Pendidikan di Belawan, Selaras Dengan Asta Cita

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:15

PT Prima Multi Terminal Bagikan Masker kepada Pegawai Cegah Dari Paparan Kabut Asap 

Berita Terbaru