Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Perairan Bitung, Getaran Terasa Hingga Manado dan Sekitarnya, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Kamis, 2 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id Jatim- 2 April 2026 – Sebuah gempa bumi tektonik berpotensi besar mengguncang wilayah perairan Bitung, Provinsi Sulawesi Utara dan sekitarnya pada hari Kamis (2/4) pukul 06.48 Wita. Kekuatan gempa yang awalnya dilaporkan sebesar 7,3 kemudian dinaikkan menjadi Magnitudo 7,6 oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pusat gempa atau episenter berada pada koordinat 1,25 lintang utara dan 126,27 bujur timur, berjarak sekitar 127 kilometer di sebelah tenggara kota Bitung, dengan kedalaman hiposenter mencapai 62 kilometer, yang mengkategorikannya sebagai gempa bumi kedalaman menengah.

Getaran gempa yang berlangsung selama lebih dari satu menit ini sangat terasa hingga ke kota Manado dan wilayah sekitarnya seperti Gorontalo, Bone Bolango, serta Gorontalo Utara. Di Manado, intensitas guncangan mencapai skala IV-V MMI (Modified Mercalli Intensity), sedangkan di Kota Ternate intensitasnya mencapai skala C-VI MMI, yang berarti getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk dan berpotensi menyebabkan kerusakan ringan pada struktur bangunan.

Banyak warga di berbagai titik di Manado, termasuk Kelurahan Malalayang, melaporkan langsung berhamburan keluar rumah saat merasakan guncangan yang kuat. seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Malalayang, mengaku terkejut dengan kekuatan gempa tersebut. “Gempa ini kuat sekali, bahkan bunyi kuat dari beberapa perabotan rumah tangga kami,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya warga yang berada di dalam rumah, pengguna jalan juga merasakan dampak guncangan. Fan Li, seorang pengemudi taksi online, mengaku terpaksa menghentikan kendaraannya karena melihat banyak tiang listrik yang bergoyang hebat. “Saya lagi mengendarai mobil, tapi terasa juga gempa itu. Saya harus berhenti dulu karena banyak tiang listrik yang bergerak-gerak, takut roboh,” katanya.

Peristiwa gempa ini juga membawa dampak serius bagi sebagian warga Manado. Juru bicara Basarnas Sulawesi Utara, Nuria Dingu Meleng, mengungkapkan bahwa hingga saat ini tercatat dua orang menjadi korban akibat gempa tersebut. “Satu korban meninggal tertimpa reruntuhan sudah dibawa ke rumah sakit, yang satunya patah kaki karena loncat dari toko,” jelasnya.

Saat ini tim Basarnas masih terus melakukan pendataan dan penelusuran di lapangan guna memastikan apakah masih ada korban lain yang belum ditemukan, seiring dengan laporan dari masyarakat yang masih terus masuk pascagempa.

Berdasarkan data pemutakhiran dari BMKG, gempa ini telah memicu peringatan dini tsunami untuk wilayah perairan Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli, menyebutkan bahwa terdapat tujuh daerah di kedua provinsi tersebut yang berpotensi berada dalam status siaga tsunami.

Untuk Provinsi Maluku Utara, daerah yang berpotensi siaga tsunami adalah Ternate, Halmahera, dan Tidore. Sedangkan untuk wilayah Sulawesi Utara, potensi siaga mencakup Kota Bitung serta beberapa wilayah di Kabupaten Minahasa Bagian Selatan, Minahasa Selatan Bagian Selatan, dan Minahasa Utara Bagian Selatan. Selain itu, terdapat pula daerah dengan status waspada tsunami, di antaranya Kepulauan Sangihe, wilayah utara Minahasa Utara, serta sebagian selatan Bolaang Mongondow.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Masyarakat juga diminta untuk menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa, demi mencegah risiko lanjutan. “Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” ujar Muhammad Zulkifli.

Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk hanya mengakses informasi resmi dari BMKG melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi, guna menghindari penyebaran kabar yang menyesatkan.

Pihak terkait akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi pascagempa, termasuk kemungkinan terjadinya gempa susulan dan perkembangan kondisi tsunami. Informasi terbaru akan segera disampaikan seiring dengan pembaruan data yang diperoleh.
(pim)

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bukan Sekadar Berebut Kursi Kades, Guntur Wahono Minta Kandidat Pilkades Blitar Siap Mengabdi Meski Kalah
Sekretariat Gapoktan Karya Tani Mandiri Diresmikan, Blitar Dorong Petani Lebih Modern dan Mandiri
Gus An’im: Pesantren Sudah Berjuang Mencerdaskan Bangsa, Kini Saatnya Prestasi Santri Diakui
MKKS SMKN Trenggalek Jalin Sinergi Kuat Bersama Awak Media
Rp2,5 Miliar Digelontorkan untuk Trotoar Teuku Umar Tulungagung, Proyek Dikejar Rampung Desember
Persoalan Greenfields di Blitar Belum Tuntas, Dugaan Limbah Sungai dan Tagihan Kontraktor Jadi Sorotan
KANWIL KEMENAG KABUPATEN MOJOKERTO JALIN SINERGI BERSAMA INSAN PERS, DORONG TRANSPARANSI PELAYANAN PUBLIK
Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Gudang Toko Bangunan 999 Blitar, Kerugian Rp500 Juta
Berita ini 19 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:39

Bukan Sekadar Berebut Kursi Kades, Guntur Wahono Minta Kandidat Pilkades Blitar Siap Mengabdi Meski Kalah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:32

Gus An’im: Pesantren Sudah Berjuang Mencerdaskan Bangsa, Kini Saatnya Prestasi Santri Diakui

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:37

MKKS SMKN Trenggalek Jalin Sinergi Kuat Bersama Awak Media

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:58

Rp2,5 Miliar Digelontorkan untuk Trotoar Teuku Umar Tulungagung, Proyek Dikejar Rampung Desember

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:55

Persoalan Greenfields di Blitar Belum Tuntas, Dugaan Limbah Sungai dan Tagihan Kontraktor Jadi Sorotan

Berita Terbaru