GARUDAPOST.ID
DELI SERDANG — Dua tahun telah berlalu sejak peristiwa pembacokan kejam yang menimpa seorang pelajar di Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deli Serdang. Meski tersangka utama telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), pelaku hingga kini masih bebas berkeliaran. Lambatnya penanganan di tingkat lokal akhirnya memaksa keluarga korban memohon langsung kepada Komisi III DPR RI agar keadilan segera ditegakkan.
Peristiwa kelam itu terjadi pada 8 September 2024. Sang pelajar yang bercita-cita menjadi anggota TNI diserang menggunakan senjata tajam hingga menderita luka sangat parah. Tulang tengkoraknya pecah dan harus dipasang pelat penyangga di bagian kepala, sementara kaki kirinya mengalami gangguan gerak yang serius. Cita-cita mulianya pun hancur seketika.
Ayah korban, Jeraman Sembiring, tak kuasa menahan kepedihannya. Biaya pengobatan yang telah dikeluarkan mencapai angka Rp130 juta rupiah, namun belum mampu mengembalikan kondisi fisik anaknya seperti sedia kala. Kini sang anak harus menjalani sisa hidup dengan cacat seumur hidup, bersekolah dengan keterbatasan dan tidak dapat berjalan layaknya orang lain tanpa bantuan orang di sekitarnya.
“Batok kepalanya pecah, di atas otak dipasang pelat. Kakinya juga sakit, harapan saya gugur sudah, rencana dia mau masuk TNI. Badannya tinggi dan bagus, tapi sekarang apa daya,” ujar Jeraman dengan suara bergetar penuh keprihatinan.
Meski Polresta Deli Serdang telah menetapkan tersangka utama sebagai DPO, namun upaya penangkapan hingga saat ini belum membuahkan hasil. Jalan hukum di tingkat lokal yang seolah buntu membuat harapan keluarga perlahan memudar, hingga akhirnya mereka memutuskan memohon bantuan langsung kepada lembaga perwakilan rakyat.
“Kami minta pelaku segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya. Anak saya cacat seumur hidup, masa depan hancur, biaya ratusan juta sudah habis. Kalau di tingkat lokal belum ada hasil, kami memohon Komisi III DPR RI membantu menindaklanjuti dan memastikan hukum berjalan tegas dan adil,” tegas Jeraman.
Dengan suara penuh kecemasan akan masa depan anaknya, ia menambahkan: “Entah bagaimana jadinya anak kami ke depannya yang cita-citanya sudah hancur, mungkinkah masih bisa seperti anak biasanya? Kepada pihak yang berwajib agar segera menangkap pelaku pembacokan anak kami.”
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polresta Deli Serdang terkait perkembangan pengejaran tersangka. Sementara itu, keluarga korban terus menunggu dan berharap kehadiran keadilan dapat segera dirasakan.
Penulis : S Tarigan
Editor : S Tarigan

















