Bimwin Bekali Calon Pengantin, Plt. Kakanwil Kemenag Gorontalo Mahmud Bobihu : Bangun Keluarga Berkualitas Dimulai Sebelum Akad

Rabu, 5 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

LIMBOTO. Garudapost.id — Kementerian Agama terus memperkuat fondasi ketahanan keluarga melalui program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin. Program ini dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk melahirkan keluarga yang harmonis, tangguh, dan berkualitas sebagai pondasi pembangunan bangsa.

Komitmen tersebut ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, H. Mahmud Yunus Bobihu, saat menghadiri sekaligus memberikan arahan pada kegiatan Bimbingan Perkawinan bagi 10 pasangan calon pengantin yang diselenggarakan Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo, Rabu (5/8/2026), di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Gorontalo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo H. Iswad Abdullah Pakaja, Kepala Seksi Bimas Islam H. Irvan Ismail, serta para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Gorontalo.

Dalam arahannya, Mahmud Yunus Bobihu menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, melainkan sebuah ikatan suci yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin, kedewasaan berpikir, serta komitmen untuk saling menghormati, berkomunikasi dengan baik, dan bertanggung jawab dalam membangun kehidupan rumah tangga.

Menurutnya, Bimbingan Perkawinan menjadi salah satu langkah strategis Kementerian Agama untuk membekali calon pasangan suami istri dengan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman yang komprehensif agar mampu menghadapi dinamika kehidupan keluarga secara bijaksana.

“Keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah tidak lahir secara instan. Semua berawal dari kesiapan pasangan sebelum memasuki gerbang pernikahan. Karena itu, Bimbingan Perkawinan menjadi ikhtiar nyata Kementerian Agama untuk membangun keluarga yang kuat sejak awal,” ujar Mahmud.

Ia juga mengingatkan bahwa meningkatnya angka perceraian di sejumlah daerah menjadi tantangan yang harus dijawab melalui penguatan edukasi dan pendampingan kepada calon pengantin. Karena itu, Bimwin diharapkan menjadi instrumen preventif dalam memperkokoh ketahanan keluarga sekaligus menekan potensi konflik rumah tangga di masa mendatang.

Mahmud mengajak seluruh peserta mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal berharga dalam membangun keluarga yang harmonis, produktif, dan mampu mencetak generasi yang berakhlak mulia.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo, H. Iswad Abdullah Pakaja, mengapresiasi kehadiran Plt. Kakanwil yang memberikan motivasi dan penguatan kepada para calon pengantin. Menurutnya, Bimbingan Perkawinan merupakan layanan strategis Kementerian Agama yang tidak hanya berorientasi pada administrasi pernikahan, tetapi juga pada peningkatan kualitas kehidupan keluarga Indonesia.

Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperkuat kesiapan mental, spiritual, sosial, dan ekonomi sebelum membangun rumah tangga, sehingga mampu melahirkan keluarga yang kokoh dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.

Melalui penguatan program Bimbingan Perkawinan, Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran keluarga sebagai pilar utama dalam membangun bangsa yang maju, berkarakter, dan berdaya saing.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Peduli Laut dan Pesisir, Saka Bahari Bersama TNI AL Bersihkan Pantai Dulanga
SPPG 3T Dulamayo Selatan, Gizi Terpenuhi Ekonomi Warga Bergerak
Silika Diperkenalkan sebagai Pendukung Produktivitas Padi melalui PM AAS
Pemerintah Kecamatan HulonthalangiDan Mahasiswa KKN UNG Bentuk BANK SAMPAH, Tindak Lanjuti Persoalan Sampah yang Tak Kunjung selesai
Setelah Beberapa Bulan Kosong, Bupati Sofyan Puhi Lantik Susanto Napu sebagai Camat Tibawa
Anton Panani Terima Gelar Adat, Bupati Sofyan, Teguhkan Pelestarian Budaya Gorontalo
25 Tahun Menunggu, Masjid At-Taqwa Dutulanaa Akhirnya Terima Sertifikat Tanah Wakaf
Pemkab Gorontalo dan DPP REI Kolaborasi Genjot Rumah Subsidi dan Pelestarian Lingkungan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:33

Peduli Laut dan Pesisir, Saka Bahari Bersama TNI AL Bersihkan Pantai Dulanga

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:30

SPPG 3T Dulamayo Selatan, Gizi Terpenuhi Ekonomi Warga Bergerak

Rabu, 30 September 2026 - 18:46

Silika Diperkenalkan sebagai Pendukung Produktivitas Padi melalui PM AAS

Rabu, 30 September 2026 - 10:39

Pemerintah Kecamatan HulonthalangiDan Mahasiswa KKN UNG Bentuk BANK SAMPAH, Tindak Lanjuti Persoalan Sampah yang Tak Kunjung selesai

Senin, 21 September 2026 - 19:49

Setelah Beberapa Bulan Kosong, Bupati Sofyan Puhi Lantik Susanto Napu sebagai Camat Tibawa

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:59