LIMBOTO. Garudapost.id — Kementerian Agama terus memperkuat fondasi ketahanan keluarga melalui program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin. Program ini dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk melahirkan keluarga yang harmonis, tangguh, dan berkualitas sebagai pondasi pembangunan bangsa.
Komitmen tersebut ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, H. Mahmud Yunus Bobihu, saat menghadiri sekaligus memberikan arahan pada kegiatan Bimbingan Perkawinan bagi 10 pasangan calon pengantin yang diselenggarakan Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo, Rabu (5/8/2026), di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Gorontalo.
Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo H. Iswad Abdullah Pakaja, Kepala Seksi Bimas Islam H. Irvan Ismail, serta para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Gorontalo.
Dalam arahannya, Mahmud Yunus Bobihu menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, melainkan sebuah ikatan suci yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin, kedewasaan berpikir, serta komitmen untuk saling menghormati, berkomunikasi dengan baik, dan bertanggung jawab dalam membangun kehidupan rumah tangga.
Menurutnya, Bimbingan Perkawinan menjadi salah satu langkah strategis Kementerian Agama untuk membekali calon pasangan suami istri dengan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman yang komprehensif agar mampu menghadapi dinamika kehidupan keluarga secara bijaksana.
“Keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah tidak lahir secara instan. Semua berawal dari kesiapan pasangan sebelum memasuki gerbang pernikahan. Karena itu, Bimbingan Perkawinan menjadi ikhtiar nyata Kementerian Agama untuk membangun keluarga yang kuat sejak awal,” ujar Mahmud.
Ia juga mengingatkan bahwa meningkatnya angka perceraian di sejumlah daerah menjadi tantangan yang harus dijawab melalui penguatan edukasi dan pendampingan kepada calon pengantin. Karena itu, Bimwin diharapkan menjadi instrumen preventif dalam memperkokoh ketahanan keluarga sekaligus menekan potensi konflik rumah tangga di masa mendatang.
Mahmud mengajak seluruh peserta mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal berharga dalam membangun keluarga yang harmonis, produktif, dan mampu mencetak generasi yang berakhlak mulia.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo, H. Iswad Abdullah Pakaja, mengapresiasi kehadiran Plt. Kakanwil yang memberikan motivasi dan penguatan kepada para calon pengantin. Menurutnya, Bimbingan Perkawinan merupakan layanan strategis Kementerian Agama yang tidak hanya berorientasi pada administrasi pernikahan, tetapi juga pada peningkatan kualitas kehidupan keluarga Indonesia.
Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperkuat kesiapan mental, spiritual, sosial, dan ekonomi sebelum membangun rumah tangga, sehingga mampu melahirkan keluarga yang kokoh dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Melalui penguatan program Bimbingan Perkawinan, Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran keluarga sebagai pilar utama dalam membangun bangsa yang maju, berkarakter, dan berdaya saing.

















