Garudapost.id-Maluku/ Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku menggelar Analisis dan Evaluasi (Anev) Kinerja Triwulan II Tahun 2026 di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ambon. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi capaian kinerja semester pertama sekaligus menyusun langkah percepatan dalam menghadapi target kinerja pada semester kedua.
Anev dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, serta diikuti para pejabat administrator dan seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Maluku.
Dalam arahannya, Ricky menegaskan bahwa evaluasi bukan sekadar mengukur keberhasilan, tetapi juga menjadi ruang berbagi praktik terbaik antar-UPT agar kualitas pelayanan pemasyarakatan terus meningkat. “Triwulan II menjadi titik penting untuk melihat sejauh mana target organisasi telah dicapai. Saya berharap seluruh UPT tidak cepat berpuas diri dengan capaian yang telah diraih, tetapi menjadikannya sebagai motivasi untuk terus berinovasi, menjaga integritas, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat maupun warga binaan,” tegas Ricky.
Pada kesempatan tersebut dipaparkan berbagai capaian kinerja UPT selama Triwulan II. Di bidang publikasi, Lapas Kelas III Banda Naira menjadi UPT dengan jumlah pemberitaan terbanyak sebanyak 1.333 publikasi, disusul Lapas Kelas III Wahai sebanyak 1.029 pemberitaan, serta Lapas Kelas IIB Tual sebanyak 736 pemberitaan.
Sementara pada indikator IKPA, tiga UPT berhasil memperoleh nilai sempurna 100 persen, yakni Lapas Kelas IIA Ambon, LPKA Kelas II Ambon, dan Lapas Kelas III Wonreli.
Bidang pelayanan kesehatan juga menunjukkan perkembangan positif. Predikat Klinik Terbaik Akreditasi Paripurna diraih oleh Rutan Kelas IIB Masohi, Lapas Kelas IIB Tual, dan Rutan Kelas IIA Ambon, sedangkan kategori Dapur Sehat diberikan kepada Lapas Kelas IIB Tual, Rutan Kelas IIA Ambon, dan Lapas Kelas IIA Ambon.
Pada aspek pembinaan, Lapas Kelas IIB Piru, Lapas Kelas III Namlea, dan Lapas Kelas III Saumlaki menjadi UPT dengan hasil ketahanan pangan terbaik. Adapun kategori Produk Hasil Warga Binaan Terbaik diraih oleh Lapas Kelas III Namlea, Lapas Kelas III Banda Naira, dan Lapas Kelas IIB Piru berkat konsistensi dalam mengembangkan produk UMKM warga binaan.
Untuk bidang keamanan, Lapas Kelas III Geser, LPKA Kelas II Ambon, dan Lapas Kelas III Saparua berhasil mencatatkan gangguan keamanan dan ketertiban terendah selama Triwulan II.
Selain itu, capaian terbaik juga diraih pada berbagai indikator lainnya, antara lain Pengelolaan BMN, Reformasi Birokrasi, Pelayanan Publik, Pelaporan LHKASN, dan Pengelolaan Aplikasi SRIKANDI, yang menunjukkan semakin meningkatnya kualitas tata kelola di lingkungan Pemasyarakatan Maluku.
Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Maluku, Zulkifli Bintang, mengingatkan bahwa seluruh capaian tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pembinaan bagi warga binaan. “Indikator keberhasilan kita bukan hanya angka-angka yang tercapai, tetapi bagaimana program pembinaan benar-benar memberi manfaat, membentuk karakter, serta meningkatkan keterampilan warga binaan sebagai bekal mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Ditjenpas Maluku, Sarwono, menekankan pentingnya penguatan tata kelola organisasi yang akuntabel.
“Administrasi yang tertib, pengelolaan anggaran yang akuntabel, serta optimalisasi pengelolaan BMN merupakan fondasi utama dalam mendukung tercapainya kinerja organisasi yang profesional dan berintegritas,” katanya.
Mewakili Kepala UPT, Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, menyampaikan bahwa forum Anev menjadi sarana yang efektif untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat kolaborasi antar-UPT.
“Kami menjadikan hasil evaluasi ini sebagai bahan perbaikan dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, pembinaan, serta tata kelola di satuan kerja. Capaian yang telah diraih akan kami pertahankan, sementara berbagai catatan evaluasi akan segera kami tindak lanjuti agar kinerja semakin optimal pada Triwulan III,” ungkap Nur Halus.
Disisi lain Kepala Bidang Pembimbing Kemasyarakatan, Catherian V Picauly menyampaikan Melalui kegiatan Analisis dan Evaluasi Triwulan II ini, Kanwil Ditjenpas Maluku berharap seluruh jajaran mampu mempertahankan budaya kerja yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada hasil. “Sinergi yang terus terbangun antar-UPT diharapkan mampu memperkuat penyelenggaraan tugas dan fungsi pemasyarakatan serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas di Provinsi Maluku.”ungkapnya

















