WAMENA, Garudapost.id – Panitia Pra Festival Budaya Lembah Baliem dan Kampung Wamena mematangkan persiapan pelaksanaan kegiatan yang akan digelar di kawasan wisata Pasir Putih, Kampung Aikhima, Distrik Pisugi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Kamis (6/8/2026).
Ketua Panitia Pra Festival Budaya, Desiana Mabel, mengatakan persiapan kegiatan telah dilakukan selama sekitar satu minggu. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan agenda yang digagas para pengelola wisata alam dan budaya di Kabupaten Jayawijaya.
“Kami dipercayakan sebagai panitia penyelenggara sekitar satu minggu lalu. Persiapan terus kami lakukan dan kami siap melaksanakan Pra Festival Budaya Lembah Baliem pada 6 Agustus 2026,” ujar Desiana, Rabu (5/8/2026).
Ia menjelaskan kegiatan tersebut didukung oleh 12 pengelola wisata alam dan budaya di Jayawijaya, yakni wisata alam Pasir Putih, wisata budaya Mumi Aikhima, Kampung Wisata dan Agrowisata Kumugima, Kampung Wisata Suroba, Kampung Wisata Lodama, Kampung Wisata Anemaugi, Kampung Wisata Mumi Yiwika, Goa Lokale Wosi, Goa Kontolowa Wosi, Goa Singkinfake Wosi, serta Taman Isakusa.
Desiana mengatakan kegiatan tersebut merupakan inisiatif para pengelola wisata untuk tetap menjaga dan memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat melalui kegiatan yang digelar setiap bulan Agustus.
Menurutnya, kegiatan tahun ini diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan potensi budaya dan ekonomi kreatif secara lebih terbuka di kawasan wisata Pasir Putih.
“Persiapan kami hanya sekitar satu minggu dan dilaksanakan secara sederhana. Namun, kami optimistis kegiatan ini dapat berjalan sukses karena semangat dan dukungan dari para pengelola wisata,” katanya.
Sementara itu, Seksi Perlengkapan, Ponsius Siep, memastikan seluruh kebutuhan teknis kegiatan terus dipersiapkan agar pelaksanaan dapat berjalan sesuai rencana.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai ruang promosi budaya dan potensi wisata Jayawijaya.
Seksi acara, Ananias Mabel, menjelaskan sejumlah atraksi yang akan ditampilkan, antara lain perang-perangan, bakar batu, serta pameran produk UMKM dari 12 pengelola wisata dan kampung budaya.
“Apa yang selama ini kami siapkan di masing-masing tempat wisata akan kami tampilkan dalam kegiatan ini. Termasuk kreativitas mama-mama yang menjalankan usaha lokal,” jelas Ananias.
Kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIT. Meskipun digelar secara sederhana dengan waktu persiapan yang terbatas, panitia optimistis kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat Jayawijaya.
Panitia juga mewajibkan pelaku UMKM lokal yang mengikuti pameran untuk mengenakan pakaian adat sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas budaya dalam kegiatan tersebut.
Dari sisi keamanan, Kapolsek Kurulu menyatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan panitia dan unsur terkait untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dari 12 pengelola wisata juga menjadi bagian penting dalam mendukung pengamanan kegiatan.
“Dari setiap pengelola wisata ada perwakilan yang turut membantu pengamanan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pimpinan untuk bersama-sama menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.
Ia berharap seluruh rangkaian Pra Festival Budaya Lembah Baliem dan Kampung Wamena dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertunjukan budaya, tetapi juga menjadi ruang promosi destinasi wisata, penguatan ekonomi masyarakat, serta pelestarian budaya lokal Jayawijaya.(*)

















