Garudapost.id-Saparua/Kanwil Ditjenpas Maluku, Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Saparua berlangsung meriah dengan penyerahan hadiah dan sertifikat kepada para pemenang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni), Senin (17/08/2026).
Kegiatan dipimpin oleh Alexius Edy dan dihadiri Kepala Urusan Tata Usaha Muhammad Akip Marasabessy, jajaran staf, pegawai dan petugas pengamanan, Warga Binaan, serta Peserta Magang Kemnaker Batch I Tahun 2026. Kepala Lapas Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot, bertindak sebagai Inspektur Upacara sekaligus menutup rangkaian Porseni Tahun 2026.
Berbagai perlombaan digelar untuk menyemarakkan HUT RI, mulai dari Penalty Kick, Gawang Mini, Karaoke, Ludo King, Gigit Sendok, Joget Balon, hingga Memasukkan Paku ke dalam Botol. Beragam perlombaan tersebut menghadirkan suasana penuh semangat, tawa, dan kebersamaan dari seluruh peserta.
Dalam sambutannya, Pramuaji menyampaikan bahwa Porseni bukan sekadar ajang mencari pemenang, tetapi menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, kreativitas, sportivitas, dan semangat positif di lingkungan Lapas Saparua.
“Piala hanyalah simbol. Nilai sesungguhnya terletak pada proses yang telah kalian lalui. Kita telah membuktikan bahwa di balik tembok-tembok ini, kehidupan tetap berjalan dinamis, kreatif, dan penuh harapan,” ujar Pramuaji.
Semangat tersebut turut dirasakan Pricilia Thenu yang menjadi salah satu peserta Porseni. Baginya, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertama yang memberikan kesan tersendiri.
“Menjadi salah satu peserta Porseni LAK3SA merupakan pengalaman pertama bagi saya yang sangat seru dan tidak terlupakan. Kegiatan ini bukan hanya membangun kepercayaan diri, tetapi juga menjadi wadah untuk menyalurkan bakat olahraga dan seni para Warga Binaan, sekaligus membangun sportivitas dan keakraban bersama bapak, ibu, serta rekan kerja di lingkungan Lapas Kelas III Saparua,” ujarnya.
Pegawai Lapas Saparua, Michael Alvian, mengaku lomba-lomba yang digelar mampu menghadirkan suasana berbeda dari rutinitas sehari-hari. “Yang bikin seru itu lomba-lomba seperti joget balon dan masukkan paku ke botol. Banyak yang ketawa, tapi tetap serius mau menang,” ungkapnya.
Iskandar Ali Tuasikal juga menikmati kebersamaan yang tercipta selama kegiatan. “Biasanya kita ketemu dalam suasana kerja, kali ini bisa ketawa dan seru-seruan bareng. Jadi lebih dekat satu sama lain,” tuturnya.
Sementara itu, Nico B. Soselisa mengapresiasi antusiasme peserta hingga seluruh perlombaan berakhir. “Walaupun capek saya bersyukur jadi Juara, untuk teman-teman tetap semangat. Ada yang kalah tapi malah ketawa, ada yang menang langsung selebrasi. Itu yang membuat suasananya hidup,” tuturnya.
Dari unsur Warga Binaan, J.P. mengaku bersyukur dapat terlibat dalam rangkaian Porseni dan ikut merasakan kemeriahan HUT RI bersama seluruh keluarga besar Lapas Saparua. “Jelas kami sangat senang dan bersyukur bisa ikut Porseni ini. Kami bisa ikut berolahraga, bermain, dan menunjukkan kemampuan bersama teman-teman. Yang paling penting, kami bisa merasakan suasana kebersamaan dan ikut memeriahkan HUT RI di sini,” ungkapnya.
Sebagai bentuk apresiasi, para pemenang dari setiap perlombaan menerima hadiah dan sertifikat penghargaan. Penyerahan tersebut menjadi penghargaan atas partisipasi, semangat, kreativitas, kerja keras, dan sportivitas yang telah ditunjukkan selama mengikuti Porseni.
Upacara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Katrin Karolin Manuhua. Doa tersebut secara khusus dipanjatkan bagi para korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), sekaligus menjadi ungkapan kepedulian dan solidaritas keluarga besar Lapas Kelas III Saparua terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Melalui rangkaian Porseni tersebut, Lapas Kelas III Saparua tidak hanya memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga memperkuat kebersamaan, sportivitas, kepedulian, dan semangat persaudaraan antara pegawai, Warga Binaan, serta Peserta Magang Kemnaker.

























