WAMENA, Garudapost.id– 12 Himpunan Wisata Pelestarian Alam dan Kampung Budaya Wamena menggelar rapat koordinasi persiapan Festival Budaya yang akan dilaksanakan pada 6 Agustus 2026 di kawasan Wisata Pasir Putih, Distrik Pisugi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Pertemuan yang berlangsung pada Kamis (16/7/2026) itu dihadiri perwakilan dari seluruh himpunan wisata guna memantapkan kesiapan pelaksanaan festival.
Ketua Panitia Festival Budaya, Desi Mabel, mengatakan kegiatan tersebut membutuhkan dukungan dan partisipasi dari pemerintah, aparat keamanan, mitra, serta masyarakat agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan aman dan sukses.
“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Kami berharap dukungan dari pemerintah, aparat keamanan, para mitra, dan seluruh masyarakat agar Festival Budaya pada 6 Agustus 2026 dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Menurut Desi, festival yang digelar di kawasan Wisata Pasir Putih merupakan bentuk komitmen 12 Himpunan Wisata Pelestarian Alam dan Kampung Budaya Wamena dalam melestarikan budaya lokal sekaligus mendukung penyelenggaraan Festival Budaya Lembah Baliem.
Ia menegaskan bahwa keberadaan komunitas wisata tersebut bukan sekadar muncul saat ada kegiatan, tetapi terus berupaya mengembangkan potensi wisata budaya dan alam yang dimiliki masyarakat Jayawijaya.
Sementara itu, Sekretaris 12 Himpunan Wisata Pelestarian Alam dan Kampung Budaya Wamena, Paulus Himan, menjelaskan bahwa rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang digelar pada 9 Juli 2026.
Menurutnya, seluruh anggota telah bersepakat untuk menyelenggarakan Festival Budaya di Wisata Pasir Putih pada 6 Agustus 2026, sekaligus mempersiapkan pelayanan terbaik bagi para wisatawan yang akan berkunjung.
“Kami siap menyambut pengunjung dan menampilkan budaya asli masyarakat Wamena melalui berbagai atraksi budaya yang telah dipersiapkan,” katanya.
Paulus menjelaskan, selama festival berlangsung akan ditampilkan berbagai atraksi budaya, di antaranya bakar batu, perang-perangan tradisional, permainan rakyat, pertunjukan seni budaya, serta pameran UMKM dan kerajinan khas Papua. Seluruh peserta juga akan mengenakan atribut dan busana adat sebagai bentuk pelestarian budaya.
Panitia menetapkan harga tiket masuk sebagai berikut:
1.Wisatawan mancanegara: Rp100.000 per orang.
2.Wisatawan domestik: Rp50.000 per orang
3. Kendaraan roda empat: Rp20.000.
4.Kendaraan roda dua: Rp10.000.
Festival dijadwalkan berlangsung mulai pukul 12:00 hingga 15.00 WIT dan diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang dapat dikunjungi masyarakat selain Festival Budaya Lembah Baliem.
Paulus menambahkan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan secara swadaya tanpa dukungan sponsor besar. Seluruh persiapan dilakukan berdasarkan semangat kebersamaan para pelaku wisata yang mengusung motto, “Dari kita, untuk kita; kami punya tempat, kami sendiri yang membangun.”
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, festival ini juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya mama-mama Papua yang akan menjual hasil pertanian, perkebunan, perikanan, makanan tradisional, kerajinan tangan, dan berbagai produk UMKM dengan harga terjangkau.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Wamena dan para wisatawan untuk datang dan meramaikan Festival Budaya di Wisata Pasar Putih. Kehadiran masyarakat merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata lokal,” ujar Paulus.
Melalui festival tersebut, 12 Himpunan Wisata Pelestarian Alam dan Kampung Budaya Wamena juga menegaskan komitmennya sebagai mitra pemerintah dalam memajukan sektor pariwisata dan melestarikan kekayaan budaya masyarakat Papua Pegunungan.(*)
















