WAMENA, Garudapost.id– Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Pertanian bersama Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja menggelar panen raya jagung Kelompok Tani Apalek di Kampung Husoak, Distrik Hubikiak, Selasa (5/8/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah nyata pemerintah mendorong peningkatan produksi pangan lokal dan kesejahteraan petani.
Panen raya tersebut dihadiri perwakilan Dinas Pertanian, sangkok kerda Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja, liberius Mabel, tokoh adat, serta puluhan anggota Kelompok Tani Apalek.
Ketua Kelompok Tani Apalek, Yohanes Huby, mengapresiasi dukungan pemerintah daerah yang telah membantu kelompok hingga berhasil melakukan panen perdana jagung.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dan Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja. Hasil panen ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan pertanian,” ujar Yohanes.
Namun, Yohanes mengungkapkan kelompok masih menghadapi keterbatasan peralatan dan sarana produksi, seperti parang, sekop, terpal, mesin Alkon untuk pengairan, serta kebutuhan bibit. Kondisi musim kemarau juga menjadi kendala karena keterbatasan air.
Ia berharap pemerintah terus memberikan pendampingan dan dukungan sarana pertanian agar produksi kelompok dapat ditingkatkan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, sangkok Kerda, menyampaikan apresiasi atas komitmen Kelompok Tani Apalek. Ia memastikan pemerintah akan melanjutkan pendampingan mulai dari persiapan lahan, penanaman hingga panen melalui tenaga penyuluh pertanian.
“Kami akan terus melakukan pendampingan kepada kelompok petani, mulai dari awal penanaman sampai proses panen. Hasil produksi selanjutnya akan kami koordinasikan dengan Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja untuk mendukung ketahanan pangan di Jayawijaya,” jelas Kerda.
Kerda mengatakan pengembangan pertanian akan disesuaikan dengan karakteristik lahan, baik lahan kering maupun lahan basah, dengan komoditas seperti jagung, kedelai, ubi dan tanaman pangan lainnya.
Ia juga mengakui masih terdapat kendala, terutama ketersediaan bahan bakar, biaya operasional mesin dan operator. Karena itu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk memperkuat program ketahanan pangan.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Jayawijaya, Liberius Mabel, S.Sos, mengatakan pihaknya siap mendukung pengelolaan dan pemasaran hasil panen petani.
“Kami akan terus berkomunikasi dengan para petani, mengumpulkan hasil panen dan memfasilitasi pengelolaannya. Pemerintah melalui koperasi akan membantu pemasaran hasil produksi, baik di dalam maupun luar daerah,” kata Liberius.
Menurutnya, penguatan koperasi penting untuk memastikan hasil produksi petani memiliki pasar yang jelas dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Ia juga mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mengembangkan berbagai potensi pangan Jayawijaya, tidak hanya jagung, tetapi juga sayuran, perikanan dan komoditas lainnya.
“Dengan kerja sama antara petani dan pemerintah, kita dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jayawijaya,” pungkasnya.
Panen raya Kelompok Tani Apalek di Kampung Huseloma diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pertanian berbasis masyarakat serta mendorong peningkatan produksi pangan lokal secara berkelanjutan.(*)

















