Garudapost.id |MANOKWARI – Abrasi pantai akibat gelombang tinggi yang melanda kawasan Tanjung Payung, Amban, Distrik Manokwari Barat, Papua Barat, selama sepekan terakhir mengakibatkan kerusakan parah pada kafe milik warga bernama Kevin. Usaha tersebut selama ini juga menjadi tempat penyedia makanan bagi masyarakat sekitar, Kamis (16/04/2026).
Hantaman ombak yang terus menerjang pesisir telah merobohkan sebagian besar bangunan kayu kafe yang berdiri di bibir pantai. Struktur bangunan terlihat miring, sementara lantai kayu dan tiang penyangga banyak yang hanyut terbawa arus laut, menyisakan puing yang membahayakan.
Dalam kondisi darurat tersebut, Kevin bersama warga sekitar dan dibantu personel melakukan upaya penanganan sementara dengan menyusun karung pasir sebagai penahan ombak. Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup untuk menahan laju abrasi yang terus terjadi.
Kevin menyampaikan bahwa musibah ini telah berlangsung hampir satu minggu dan berdampak langsung pada usahanya serta masyarakat.
“Sudah hampir satu minggu kami mengalami musibah ini. Di sini kami juga jualan nasi untuk masyarakat, tapi sekarang aktivitas terhenti karena kerusakan yang cukup parah,” ujar Kevin.
Ia menambahkan bahwa laporan telah disampaikan kepada pemerintah daerah.
“Saya berharap ada respons cepat dari BPBD untuk membantu penanganan darurat, karena kalau dibiarkan, kerusakan akan semakin meluas,” tambahnya
Kevin berharap pemerintah tidak hanya memberikan perhatian, tetapi juga menghadirkan solusi nyata, baik dalam bentuk bantuan darurat maupun langkah jangka panjang seperti pembangunan tanggul atau pemecah ombak. Menurutnya, tanpa penanganan serius, wilayah pesisir Tanjung Payung akan terus mengalami ancaman abrasi setiap tahun.
Hingga sore hari, kondisi cuaca di lokasi terpantau masih berawan dengan gelombang laut yang relatif tinggi. Warga diimbau tetap waspada saat beraktivitas di sekitar pesisir sambil menunggu langkah penanganan dari pemerintah daerah. Penulis Domianus Lokobal









