Pemalang -Jateng||garudapost.id-
Sebuah foto yang memperlihatkan seorang bocah perempuan 6 tahun berjalan kaki seorang diri di pinggir jalan masuk kampung dengan wajah cemberut viral di media sosial. Bocah tersebut diduga menahan rasa kecewa mendalam lantaran gagal mendapatkan hadiah atau doorprize dalam acara karnaval HUT RI di Kecamatan Ampelgading, Pemalang, Jawa Tengah
Peristiwa tersebut mengundang perhatian warga sekitar setelah jepretan amatir diunggah oleh salah satu pengguna media sosial.
Dalam foto yang diunggah dengan disertai tulisan pulang’ dengan kekecewaan itu, anak yang diketahui bernama Gempita ( 6 ) warga Kecamatan Ampelgading ini, tampak berjalan gontai mengenakan atribut karnaval yang mulai kusut lantaran berjam jam dipakai.
Menurut keterangan orangtuanya Diah ( 30 ) anaknya sempat menunggu hingga pemberian doorprize selesai.
Namun sayang, nomor peserta miliknya tidak disebut oleh panitia. Dengan langkah berat, ia memutuskan pulang ke rumah tanpa menunggu rombongan karnaval selesai, meski jarak rumahnya cukup jauh dan cuaca cukup terik.
“Saya nelpon suami tentang anak ngga dapat doorprize semetara teman -temannya dapat, suami malah ketawa dan berjanji akan memberikan doorprize special untuk anak kesayangannya,” ujar Diyah, pada Kamis ( 20/8 ).
Kisah perjuangan si kecil Gempita tersebut yang berujung kekecewaan ini seketika memancing ribuan komentar dari warganet. Banyak dari mereka mengaku terenyuh dan merasa terharu hingga ingin menangis, melihat ekspresi polos kesedihan di wajah sang bocah.
Banyak yang tidak menyangka jika kepulangan anak yang dikenal cukup pintar ini dari acara karnaval akan berujung air mata dan viral di internet.
Diyah orangtua sang bocah menceritakan bagaimana putrinya sempat menabung semangat demi mengikuti acara tahunan tersebut.
“Waktu pamit ikut karnaval, Gempita sudah senang sekali pakai baju hias dari pagi. Pas pulang-pulang malah jalan kaki sambil muram cemberut, bajunya langung dilepas terus nangis sesenggukan di teras,” imbuh Diyah
Kisah Gempita ini menjadi pengingat bagi para penyelenggara acara, *terutama di lingkungan sekolah Sekolah Dasar* untuk lebih memperhatikan unsur kebahagiaan merata bagi anak-anak peserta karnaval. Meski hanya sebuah perlombaan berhadiah, kepekaan sosial di lingkungan sekitar diharapkan mampu meredam kekecewaan kecil yang berdampak besar bagi mental seorang anak.
Penulis : Ragil
Editor : Red jateng

























