Gubernur Sulteng Anwar Hafid Tinjau Langsung Warga Terdampak Gempa M 6,7 di Sigi, Pastikan Kebutuhan Darurat Terpenuhi

Rabu, 17 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SULTENG, GarudaPost.id – Palu, – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, meninjau langsung lokasi terdampak gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 di lima desa di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Rabu (17/6/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat sekaligus mendengar langsung kebutuhan paling mendesak pascabencana.

 

Kelima desa yang dikunjungi meliputi Desa Bulili, Sopu, Kadidia, Kamarora A, dan Kamarora B. Dari peninjauan tersebut, terungkap sejumlah kebutuhan prioritas warga, yakni air bersih, terpal atau tenda darurat, obat-obatan, selimut, serta kebutuhan khusus bagi anak-anak. Gubernur Anwar Hafid menyatakan bahwa kebutuhan air bersih menjadi perhatian utama karena sejumlah sumber mata air warga tertutup material longsor akibat gempa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami baru saja rapat dengan seluruh kepala desa. Masyarakat menyampaikan kebutuhan utama mereka adalah tenda karena masih takut tinggal di dalam rumah. Selain itu, mereka membutuhkan air minum bersih karena sumber air tertutup longsor, serta obat-obatan dan selimut untuk anak-anak,” ujar Anwar Hafid.

 

Dari lima desa terdampak, Kamarora B menjadi wilayah yang mengalami dampak paling signifikan. Trauma akibat gempa masih sangat terasa. Bahkan, terdapat seorang ibu yang terpaksa melahirkan di tenda darurat karena masih dibayangi trauma bencana gempa besar tahun 2018.

 

Sebagai langkah tanggap darurat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah segera menyalurkan 550 unit tenda terpal—melebihi kebutuhan saat ini sebagai antisipasi—serta bantuan selimut dan tenda portabel. Selain itu, sekitar 650 paket sembako juga telah didistribusikan kepada warga terdampak. Data sementara menunjukkan sekitar 550 kepala keluarga mengalami dampak pada tempat tinggal mereka. Sebagian besar warga memilih tetap berada di sekitar rumah masing-masing dan tidak mengungsi secara kolektif demi menjaga keamanan harta benda.

Untuk mengatasi krisis air bersih, Pemerintah Provinsi melalui Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) akan menyuplai air bersih setiap hari hingga kondisi sumber air warga kembali normal. “Insya Allah sore ini seluruh kebutuhan darurat akan kami siapkan. Tahap awal yang paling penting adalah menyelamatkan masyarakat dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” tegas Anwar Hafid.

 

Pemerintah bersama seluruh pihak terkait terus bergerak menyalurkan bantuan dan memastikan kebutuhan warga terpenuhi. Saat ini, petugas juga tengah melakukan asesmen dan pendataan terhadap rumah-rumah warga untuk menentukan tingkat kerusakan, baik rusak ringan maupun rusak berat. Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

 

Gubernur Anwar Hafid mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, namun tidak panik. Berdasarkan informasi dari BMKG, intensitas gempa susulan menunjukkan tren melemah dibandingkan saat awal kejadian. “Saya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan situasi saat beraktivitas. Namun tidak perlu panik karena berdasarkan informasi BMKG, gempa susulan semakin melemah dan mudah-mudahan segera berakhir,” pungkasnya.

 

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat hingga kondisi kembali pulih.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

JATAM Sulteng Gugat Gubernur Anwar Hafid ke PTUN Palu Soal Dugaan Pembiaran Pengelolaan Limbah Tailing di Morowali
EKONESIA Gelar Diskusi Kemanusiaan Untuk Aksi Psikososial Daerah Terdampak Bencana di Sigi
Wabup Poso Hadiri Pembukaan Utsawa Dharmagita XVI, Beri Semangat Kontingen Kabupaten Untuk Raih Prestasi
Polres Morowali Melalui Polsek Bahodopi Salurkan 100 Paket Sembako kepada Warga Kurang Mampu
Kejati Sulteng menggeledah UPP Kelas III Kolonodale, Morowali Utara, terkait dugaan korupsi tambang nikel PT Cocoman
Polres Morowali Utara Gelar Olahraga bersama jelang Hari Bhayangkara ke-80
Visi dan Misi PT. Mitra Rasya Darma (MRD), Dengan slogan *_“Menjadi Berkat Bagi Banyak Orang”:_*
Pocil Morowali Utara Juara I di Ajang Penilaian Pocil oleh Korlantas Polri di Palu
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:09

JATAM Sulteng Gugat Gubernur Anwar Hafid ke PTUN Palu Soal Dugaan Pembiaran Pengelolaan Limbah Tailing di Morowali

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:48

EKONESIA Gelar Diskusi Kemanusiaan Untuk Aksi Psikososial Daerah Terdampak Bencana di Sigi

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:24

Wabup Poso Hadiri Pembukaan Utsawa Dharmagita XVI, Beri Semangat Kontingen Kabupaten Untuk Raih Prestasi

Senin, 29 Juni 2026 - 14:07

Polres Morowali Melalui Polsek Bahodopi Salurkan 100 Paket Sembako kepada Warga Kurang Mampu

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:43

Kejati Sulteng menggeledah UPP Kelas III Kolonodale, Morowali Utara, terkait dugaan korupsi tambang nikel PT Cocoman

Berita Terbaru