BEKASI, GARUDAPOST.ID – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Dr. Asep Surya Atmaja, turun langsung meninjau kondisi aliran sungai dan saluran irigasi di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Rabu (2/9/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi air, khususnya bagi lahan pertanian masyarakat yang sangat bergantung pada ketersediaan air irigasi.
Rombongan meninjau jalur BKG 15 di Kelurahan Kertasari hingga BKG 25 di Desa Sumbersari. Di sejumlah titik, rombongan mengecek kondisi aliran air, saluran irigasi, serta lahan pertanian yang menjadi bagian penting dari aktivitas perekonomian masyarakat setempat.
Dalam kunjungan tersebut, Plt Bupati Bekasi bersama jajaran Pemerintah Kecamatan Pebayuran, BBWS Citarum, PJT II, serta petugas pertanian melihat langsung sejumlah titik yang berpotensi memengaruhi kelancaran distribusi air menuju lahan pertanian.
Plt Bupati Bekasi Dr. Asep Surya Atmaja menegaskan, pemerintah perlu memastikan kondisi aliran air tetap berfungsi dengan baik agar kebutuhan air para petani tidak terganggu.
“Kita ingin memastikan aliran air tetap berjalan dengan baik. Titik-titik yang berpotensi menghambat aliran harus menjadi perhatian agar kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Pebayuran Hasim Adnan Adha, S.STP., M.Si., mengatakan peninjauan langsung diperlukan untuk melihat kondisi aktual di lapangan. Dengan demikian, pemerintah kecamatan dapat memetakan titik-titik yang membutuhkan perhatian maupun penanganan lebih lanjut.
Dari sektor pertanian, PPL Pertanian Kecamatan Pebayuran, Endah Lestari, S.P., menilai pemeliharaan saluran air harus dilakukan secara berkelanjutan.

Menurutnya, kondisi saluran sangat menentukan kelancaran distribusi air, terutama ketika terjadi perubahan debit air.
“Pemeliharaan saluran perlu dilakukan secara berkelanjutan karena kondisi saluran sangat menentukan kelancaran distribusi air ke lahan pertanian,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala PJT II Lemahabang, Syamsir Siregar, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan normalisasi aliran sungai dari BKG 25 hingga BKG 15.
Normalisasi tersebut bertujuan menjaga kelancaran aliran sungai sekaligus mengurangi potensi hambatan akibat sedimentasi dan penyempitan saluran.
Kegiatan peninjauan turut dihadiri Ketua UPI BBWS Citarum Tri Ariyadi Fitra, M.P., Kecamatan Aan Rohimat, jajaran aparatur Kecamatan Pebayuran, Pemerintah Desa Sumberurip, serta masyarakat.
Pemkab Bekasi mendorong agar koordinasi lintas instansi terus dilakukan secara berkala. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan distribusi air menuju lahan pertanian tetap berjalan lancar.
Dengan kondisi sungai dan saluran irigasi yang terjaga, pemerintah berharap produktivitas sektor pertanian serta aktivitas ekonomi masyarakat Kecamatan Pebayuran dapat terus berjalan tanpa terganggu oleh persoalan distribusi air.
Penulis : Asep Dadang
Editor : Redaksi Jabar



























