MANOKWARI, Garudapost.id – Mahasiswa tingkat akhir DWRI angkatan 2019, 2020, 2021, dan 2022 mengikuti kegiatan Pelatihan Pengembangan Kapasitas dan Penggunaan Kuisioner Digital yang berlangsung selama dua hari, Jumat (07/05/2026) hingga Sabtu (08/05/2026). Kegiatan tersebut diikuti puluhan mahasiswa fakultas kehutanan dan dilanjutkan dengan praktik lapangan dan wawancara masyarakat di lima kampung di Kabupaten Manokwari.
Pelatihan yang berlangsung di Auditorium Fakultas Kehutanan Universitas Papua ini diikuti sebanyak 33 peserta yang terdiri dari panitia dan mahasiswa tingkat akhir DWRI.
Ketua panitia, Ola Kakion, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam penggunaan kuisioner digital sekaligus memberikan pengalaman langsung dalam pengumpulan dan pengelolaan data lapangan.
Kegiatan itu mendapat dukungan dari Wakil Dekan I Fakultas Kehutanan Universitas Papua, Wolfram Yahya Mofu, serta menghadirkan pemateri Steven Yohanes Theo Pola yang membawakan materi tentang teknik penggunaan kuisioner digital, pengelolaan data, hingga metode wawancara masyarakat.
Dalam sambutannya, Wolfram Yahya Mofu menyampaikan apresiasi kepada panitia dan mahasiswa DWRI yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, penguasaan teknologi, khususnya penggunaan kuisioner digital, menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa dalam menghadapi perkembangan dunia penelitian dan pengelolaan data saat ini.
“Kegiatan seperti ini sangat baik karena mahasiswa tidak hanya belajar teori di dalam ruangan, tetapi juga langsung turun ke lapangan untuk memahami kondisi masyarakat dan proses pengumpulan data secara nyata,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemampuan melakukan wawancara, pengumpulan data, serta pengelolaan informasi lapangan merupakan bagian penting dalam proses akademik, terutama bagi mahasiswa tingkat akhir yang akan menyusun penelitian dan tugas akhir.
Selain itu, dirinya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan serius, menjaga nama baik kampus di tengah masyarakat, serta membangun kerja sama yang baik selama praktik lapangan berlangsung.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas mahasiswa agar lebih siap, terampil, dan bertanggung jawab dalam melakukan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Pada hari pertama, peserta menerima materi, diskusi, dan simulasi penggunaan kuisioner digital di kampus. Selanjutnya, pada hari kedua peserta dibagi dalam beberapa kelompok dan diterjunkan langsung ke lima kampung lokasi praktik lapangan, yakni Kampung Aipiri, Kampung Ayambori, Kampung Susweni, Kampung Inoduas, dan Kampung Pami.
Dalam praktik lapangan tersebut, mahasiswa melakukan wawancara masyarakat, pengumpulan data, pengolahan data lapangan, hingga pemaparan hasil kegiatan sebagai bagian dari proses pembelajaran berbasis praktik.
Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat antusiasme dari seluruh peserta. Selain meningkatkan kapasitas mahasiswa, pelatihan ini juga memperkuat pengalaman lapangan dan kerja sama tim dalam proses penelitian berbasis masyarakat.
(Penulis: Domianus Lokobal)







