Selasa, 26 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamena, Garudapost.id — Tiga desa di Distrik Kurulu, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, yakni Desa Abusa, Desa Hopama, dan Desa Utkolo, menggelar Musyawarah Kampung (Muskam) yang dipusatkan di Desa Abusa pada Selasa (26/05/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh tiga  (Plt) kepala desa, yakni Plt Kepala Desa Abusa Beny Wilil, Plt Kepala Desa Hopama Elius Wetipo, dan Plt Kepala Desa Utkolo Piter Surabut. Muskam turut dihadiri tokoh adat, tokoh agama, tokoh intelektual, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta puluhan masyarakat dari ketiga desa.

Dalam keterangan, Plt Kepala Desa Utkolo, Piter Surabut, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif berpartisipasi dalam forum Muskam tersebut. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menunjukkan semangat dan komitmen bersama dalam merumuskan program pembangunan kampung ke depan.

Kami yakin melalui forum Muskam ini akan lahir berbagai gagasan strategis untuk mendorong kemajuan pembangunan di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, hingga infrastruktur di tiga desa,” ujarnya.

Piter menegaskan bahwa setiap penyusunan program pembangunan harus disesuaikan dengan potensi lokal masing-masing desa agar program yang direncanakan benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat.

Ia juga menjelaskan bahwa hasil Muskam nantinya akan dilaporkan kepada pendamping distrik maupun pihak terkait untuk diproses lebih lanjut sesuai mekanisme pemerintah daerah.

Selain membahas pembangunan desa, Piter Surabut juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali aktif mengelola kebun dan lahan pertanian.

Sementara ini kami berharap pemuda tidak lagi hanya berkeliaran di kota, tetapi kembali bekerja di kebun. Kebun-kebun masyarakat sekarang banyak yang ditumbuhi rumput karena lama tidak digarap,” katanya.

Ia optimistis dua desa lainnya juga akan melakukan langkah serupa untuk menggerakkan masyarakat kembali bekerja di sektor pertanian dengan memanfaatkan alat kerja seperti parang dan sekop.

Sementara itu, Plt Kepala Desa Abusa, Beny Wilil, mengatakan bahwa berbagai program yang dibahas dalam Muskam merupakan hasil usulan dan keputusan masyarakat.

Menurutnya, pelaksanaan Muskam di tiga desa tersebut menjadi agenda terakhir setelah seluruh desa sebelumnya melaksanakan kegiatan serupa.

Kami masih menunggu kepastian terkait pencairan dana desa. Karena itu, sambil menunggu proses tersebut, kami mengajak masyarakat untuk tetap produktif dengan kembali bekerja di kebun,” ujarnya.

Salah satu pemuda, Fiak Alua, menilai bahwa kondisi ekonomi masyarakat di wilayah pinggiran Sungai Baliem, khususnya tiga desa tersebut, saat ini menghadapi tantangan besar akibat dampak banjir dan menurunnya aktivitas perkebunan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh sepenuhnya bergantung pada dana desa maupun program pemerintah, melainkan harus kembali mengelola lahan pertanian yang selama ini ditinggalkan.

Kita harus kembali membuka dan menggarap kebun yang sudah lama ditinggalkan. Tantangan ekonomi hari ini harus kita lawan dengan kerja dan menjaga nilai-nilai kebiasaan hidup masyarakat,” katanya.

Menurut Fiak, semangat gotong royong dan kerja kebun menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan ekonomi masyarakat di tengah situasi yang sulit.(*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

WR III UNAIM Yapis Wamena Mahasiswa Papua Pegunungan Siap Bersaing di Tingkat Nasional dan Internasional
Murid Sekolah Adat Walelagama Kembangkan Kreativitas Lewat Kerajinan Tanah Liat Bernuansa Budaya Lokal
Komunitas Nyaiwerek Jayawijaya Gelar Pertemuan Perdana, Bahas Penguatan SDM dan Advokasi Isu Daerah
Verifikasi Ketat PKBM di Jayawijaya, Hanya 8 Lembaga Lolos Bantuan Pusat
Sosialisasi PAUD dan PKBM Wene Silimo di Hubikosi, Dorong Peningkatan SDM Generasi Muda
Pemuda Abusa Gotong Royong Rehabilitasi Bantaran Kali Baliem, Antisipasi Banjir dan Kembangkan Kopi Lokal
UNAIM Wamena Buka PMB 2026, Terapkan Tes Langsung dan Peluang Beasiswa bagi Putra-Putri Papua
Pemkab Jayawijaya Salurkan Bansos ke 12 Distrik, Warga Didorong Kembangkan Pangan Lokal.
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:45

Kamis, 14 Mei 2026 - 23:34

WR III UNAIM Yapis Wamena Mahasiswa Papua Pegunungan Siap Bersaing di Tingkat Nasional dan Internasional

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:12

Murid Sekolah Adat Walelagama Kembangkan Kreativitas Lewat Kerajinan Tanah Liat Bernuansa Budaya Lokal

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:52

Komunitas Nyaiwerek Jayawijaya Gelar Pertemuan Perdana, Bahas Penguatan SDM dan Advokasi Isu Daerah

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:44

Verifikasi Ketat PKBM di Jayawijaya, Hanya 8 Lembaga Lolos Bantuan Pusat

Berita Terbaru

Uncategorized

Suara Takbir Menggema Dari Balik Tembok Lapas Cipinang

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:44