BEM UNIPA Minta Pemimpin Enam Provinsi di Tanah Papua Utamakan Kepentingan Masyarakat Sesuai Otonomi Khusus

Rabu, 5 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MANOKWARI, Garudapost.id – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Papua (UNIPA) melalui Yenusson Rumaikeuw meminta para pemimpin di enam provinsi se-Tanah Papua agar mengedepankan kepentingan masyarakat Papua dalam setiap penyusunan kebijakan daerah, dengan berpedoman pada semangat Otonomi Khusus (Otsus).

Pernyataan tersebut disampaikan Yenusson Rumaikeuw di Manokwari, Rabu (5/8/2026). Menurutnya, kebijakan pemerintah daerah tidak seharusnya selalu mengikuti kebijakan pemerintah pusat apabila dinilai belum menjawab kebutuhan masyarakat Papua.

Ia berpendapat bahwa Papua memiliki status sebagai daerah dengan Otonomi Khusus sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021. Karena itu, menurutnya, pemerintah daerah memiliki ruang untuk menyusun kebijakan yang lebih berpihak pada kebutuhan, aspirasi, dan kepentingan masyarakat asli Papua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Seharusnya kebijakan dan peraturan daerah lebih diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Papua, bukan hanya melanjutkan kebijakan pemerintah pusat,” ujarnya.

Yenusson juga menilai selama ini masih minim kebijakan yang secara khusus memberikan perlindungan kepada masyarakat asli Papua. Menurutnya, sejumlah kebijakan justru dianggap berbenturan dengan hak-hak masyarakat Papua dengan alasan menyesuaikan program pemerintah pusat.

Dalam keterangannya, ia meminta seluruh pemimpin daerah di enam provinsi se-Tanah Papua, termasuk Majelis Rakyat Papua (MRP), lembaga legislatif (DPR Papua dan DPRK), serta kepala daerah baik gubernur maupun bupati, agar memahami dan menjalankan kewenangan Otonomi Khusus secara maksimal.

Ia menegaskan bahwa para pemimpin daerah sebagai representasi masyarakat harus mampu melihat kondisi riil yang dihadapi Papua, termasuk tantangan terhadap kelestarian lingkungan dan kehidupan masyarakat adat.

“Pemimpin Papua jangan hanya menyetujui setiap kebijakan pemerintah pusat. Harus ada komitmen untuk membangun Papua tanpa merusak alam dan tanpa mengorbankan masyarakat Papua,” tegasnya.

Yenusson berharap seluruh pemangku kepentingan di Tanah Papua dapat mengedepankan kepentingan masyarakat serta memastikan setiap kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan orang asli Papua.(*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kejar Target 95 Persen, Puskesmas Amban Gencarkan Sweeping Imunisasi Campak-Rubela
Cakupan Imunisasi Campak di Manokwari Capai 98,6 Persen, 80 Wilayah Belum Penuhi Target
Cakupan Imunisasi Campak Manokwari Capai 91 Persen, Tujuh Puskesmas Lampaui Target
Kepala K2BPT Apner Itlay Ucapkan Terima Kasih kepada Gubernur Papua Barat
DPD KP2IT Papua Barat, Pilatus Langowan Sampaikan Terima Kasih kepada Gubernur atas Bantuan untuk Mahasiswa Yahukimo
Empat Hari di Gereja GIDI Misia, Mahasiswa Yahukimo Bongkar Posko dan Kembali ke Kontrakan
Mandacan dan Pahabol Turun Tangan, Mahasiswa Yahukimo Kembali ke Kontrakan
Gubernur Papua Barat Turun Tangan Bantu Mahasiswa Yahukimo, Pembina Minta Tanah untuk Asrama Permanen
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 01:21

Kejar Target 95 Persen, Puskesmas Amban Gencarkan Sweeping Imunisasi Campak-Rubela

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:22

Cakupan Imunisasi Campak di Manokwari Capai 98,6 Persen, 80 Wilayah Belum Penuhi Target

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:31

Cakupan Imunisasi Campak Manokwari Capai 91 Persen, Tujuh Puskesmas Lampaui Target

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:48

Kepala K2BPT Apner Itlay Ucapkan Terima Kasih kepada Gubernur Papua Barat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:44

DPD KP2IT Papua Barat, Pilatus Langowan Sampaikan Terima Kasih kepada Gubernur atas Bantuan untuk Mahasiswa Yahukimo

Berita Terbaru